Beranda Racing Roda 2 Drag Bike Dragbike: Pendatang Baru Matic 200cc Mahakarya Violet

Dragbike: Pendatang Baru Matic 200cc Mahakarya Violet

0
3956

OtomotifZone.com – Bandung. Jika bicara Matic TU 200cc, sudah pasti kiblatnya ada di Jawa Barat dari sanalah para killer matic matic jempolan bersumber. Seperti Popo (Wahana Baru), Yong Musthofa (Yong Nano Nano) dan juga Tomo (Tomo Speed Shop).

Termasuk salah satu pendatang baru dikelas Matic TU 200cc milik team Mahakarya Violet yang juga berasal dari Jawa Barat lebih tepatnya di daerah Meruya, Jakarta Barat.

Cheko Muhamad Ramanda adalah mekanik yang dipercaya untuk membuat Matic TU 200 cc yang berbasis Yamaha Mio milik team Mahakarya Violet. Cheko bukan wajah baru di dunia drag bike, pria yang kerab disapa dengan nama Cheko itu adalah adik dari mekanik papan atas drag bike yaitu Yong Musthofa dan sebelumnya juga menjadi Asisten mekanik di team Yong Motor Nano Nano.

Bekal illmu yang diberikan oleh kakanya Kini sedang mengerjakan salah satu matic tu 200 cc yang akan segera bersaing di event event besar drag bike. “Sebenarnya motor ini sudah jadi, hanya tinggal lakukan pengembangan part part tertentu untuk lebih menyempurnakannya dan mendapat hasil maksimal,” ujar Cheko.

Dalam pengembangan risetnya, Yamaha Mio milik team Mahakarya Violet ini akan coba meriset membuat smooth power bawah motor. “Kemarin sempat lakukan setting hasil yang didapat motor terlalu liar di bawah dan kehabisan nafas diatas oleh karna itu mencoba lakukan riset ulang,” jelas Cheko, mekanik Mahakarya Violet.

Untuk mengatasi power yang berlebihan di bawah, cheko akan coba melakukan penurunan torsi dan kompresi serta hitungan kem sebelumnya motor ini menggunakan kompresi 14,5:1 dan akan diturunkan menjadi 13,5:1. Selain itu kem juga di riset ulang dengan menggunakan rumus Sentuh in 0,2mm nya 87, buka tutup 33/64, operlap 34..lif 104… — ex sentuh 0,2mm 86, buka tutup 34/63, operlap 33.. Lif 103.

“Akan coba lebih menurunkan kompresi dan hitungan kem, agar motor bisa lebih smoth di bawah dan memiliki nafas yang panjang,” jawab Cheko.

Pria yang berumur 28 tahun asal Tasikmalaya Jawa Barat tersebut tidak memasang target macem macem yakni sebisa mungkin raih waktu sesingkat mungkin. “Soal time belum berani menargetkan, cuma berusaha semaksimal mungkin untuk meraih cattan waktu yang singkat,” pungkas Cheko yang merendah akan karyanya tersebut .

Penulis : Rizky | Foto : Rizky

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses