OtomotifZone.com – Negara. Meninggalnya I Ketut Juli Adi Putra pada event Kejurda Minggu (18/8) lalu. menyisakan duka yang mendalam bagi keluarganya. Saat OtomotifZone melayat ke rumah duka Sabtu (24/8) di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana suasana duka masih menyelimuti keluarga pembalap tersebut.
Orang pertama yang tim OtomotifZone temui adalah Paman korban, Ketut Master dan Kakak Korban, Yoga. Ketut Master menceritakan sejatinya I Ketut Juli Adi Putra atau yang lebih dikenal Bikcuk adalah atlet andalan Kabupaten Jembrana di ajang Porprov Bali 2013 di cabang balap motor. “Saat itu (Jumat 16/8) sebenarnya Bikcuk sudah masuk karantina atlet, namun entah bagaimana dia bisa mendapat ijin untuk mengikuti Kejurda di Banyuwangi” kata Master. “Seperti sudah ada firasat, sebelum berangkat Bikcuk bertemu teman – teman sepermainannya. Semuanya di salami seakan akan dia bakal pergi ke suatu tempat. Dan ternyata kejadiannya seperti ini” sambung Master.
Pada kesempatan itu juga paman korban, sangat menyayangkan keamanan sirkuit di tempat kejadian. “Tikungan R1 dan R3 tidak diisi pengaman yang memadai. Kalau pengamannya bagus gak bakalan kejadian seperti ini. Dari peristiwa ini mudah – mudahan kedepan bisa di evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali” kata Master.
Bupati Jembrana I Putu Artha yang melayat di rumah duka sangat menyayangkan kenapa atlet yang mestinya di karantina bisa keluar dari tempat karantina. “Saya heran, kok bisa atlet yang di karantina di ijinkan keluar dari tempat karantina. Begitu saya terima beritanya langsung saya check ke tempat karantina dan perintahkan agar jangan terjadi hal yang seperti ini. Ini yang sangat saya sayangkan, terlebih Ketut adalah atlet yang potensial dan andalan Jembrana.” kata Artha. Pada kesempatan itu juga Bupati Jembrana juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya I Ketut Juli Adi Putra.
Seperti yang di beritakan sebelumnya, Bikcuk yang mengikuti Kejurda di Alun – Alun Banyuwangi terjatuh saat akan memasuki tikungan pertama (R1) dan tembus ke tikungan ketiga (R3). Pada saat yang bersamaan M Zaky memacu kencang kendaraannya dan masuk ke R3. Tabrakan pun tidak dapat di hindarkan. “Saat kejadian kecelakaan dia (Ketut) berada di posisi kedua, saya yang ada dibelakangnya sudah terlanjur posisi menikung nggak bisa menghindarinya,” bilang M. Zaky.
Jenazah I Ketut Juli Adi Putra hingga kini masih di semayamkan di rumah duka. Dan rencananya akan di lakukan upacara pengabenan hari Selasa tanggal 27 Agustus.
Penulis : Gede Adisuta | Foto : Gede Adisuta

