OtomotifZone.com – Majalengka. komisi grasstrack IMI Jabar, Aceng Marani dan anggota lainnya mengaku prihatin melihat kondisi kejurda grasstrack Jabar 2017, pasca diberlakukannya pembagian region barat dan timur.
“Bagaimana tidak prihatin, pembagian region peraturannya belum matang, masih berubah-ubah, dan kurang jelas arah motivasinya,” kata Aceng.
Ia juga sangat menyayangkan tindakan IMI Jabar yang tidak melibatkan pembalap atau perwakilan tim dalam pemutusan pembagian region ini.
Survey OtomotifZone.com dilapangan, saat jalannya kejurda Grasstrack Jabar 2017 Seri 1, di Lembah Sugih, Majalengka, hampir 80 % pembalap kebingungan mengenai aturan yang pasti dan tidak setuju pada pembagian region.
Dampak buruk terasa pada kelas senior, yang jumlah pesertanya sedikit. Pembagian region mengikis eksistensinya, bahkan diregion Priangan barat, 2 kelas wajib dibatalkan karena tidak ada pembalap.
Bahkan, kelas senior untuk bisa balap saja, harus dibantu dengan peserta junior agar jumlahnya mencapai angka minimal untuk line up.

Pembalap senior RPMX F. Chimon harusnya balap di region barat, tapi dia memilih datang jauh ke region timur karena takut tidak bisa line up.
“Pembagian region kurang bagus, karena terbatas pembalap senior di Jabar. Saya datang kesini karena takut kelas senior di sana tidak main, lebih baik tidak mendapat poin tapi bisa balap,” kata Chimon.
Pembalap senior lainnya Tomy MJ, mengaku tidak mendapatkan sosialisasi yang jelas mengenai pembagian region ini sebelumnya.

“Saya bingung dengan aturannya, apa tujuannya ?” kata Tomy.
Menurut Kabid R2 IMI Jabar Irvan Octavian, tujuan pembagian tak lain untuk menjaring pembibitan pemula.
Pendapat lainnya, ketua IMI Jabar Fachrul Sarman yang hadir di region timur, (16/07/2017), mengatakan, pembagian region bertujuan ‘agar pembalap dikelas wajib bisa melahap lebih banyak lap, 8 atau 10 lap, dengan harapan bisa meningkatkan fisik pembalap untuk lomba di tingkat nasional kedepannya’.
Tapi apa itu langkah yang benar ?, dengan mengorbankan pembalap senior.
Peraturan Pembagian Region Simpang Siur
Berdasarkan keterangan pimpinan lomba, Ayi Salju, Kejurda Grasstrack IMI Jabar 2017 dibagi dua region, dalam gelarannya berlangsung bersamaan dengan tempat yang berbeda.
Dengan total 3 putaran, juara tiap region nantinya akan dipertemukan di kejurda grasstrack champ fo the champ.
Syarat untuk mencapai grand final atau champ of the champ peserta wajib mengikuti tiga putaran, bila salah satunya tidak mengikuti maka otomatis tidak bisa mengikuti champ of the champ.
Ada kabar lagi, dipastikan seluruh pembalap senior sudah mendapatkan tiket untuk ke grand final champ of the champ, tentunya hal ini berlainan dengan syarat champ of the champ.
Tapi, berdasarkan data tertulis dirapat komisi peserta hanya wajib mengikuti dua putaran, hal ini juga masih hawar.
Mengenai kebijakan poin juga masih berubah-rubah belum disahkan hitam di atas putih, sedangkan lomba telah berlangsung.
Alih-alih pembinaan, tapi peraturan belum disusun rapi, bahkan tanpa melibatkan pembalap. Apa gelaran kejurda IMI Jabar 2017 jadi ajang coba-coba ? anak orang ko di coba-coba nanti bapaknya marah loh.
Penulis : Jody Rusli | Photos : Jody Rusli




