OtomotifZone.com – Jambi. Sepanjang musim kompetisi 2016 ada 5 seri Kejurda Balap Motor digelar Pengprov IMI Jambi. Seri pertama di Muara Sabak (1/5), dilanjutkan putaran kedua dan ketiga sama-sama di Muara Bungo (29/5) dan (10/7). Berikutnya giliran Kab. Merangin putaran ke-4. Grand final baru digelar di kota Jambi, Sabtu-Minggu (1-2/10).
Lokasi sirkuit dibuat di tengah kota. Hanya bundaran Simpang Kotabaru dengan bentuk trek khas simpang 4 yang layak dipakai. Meski lebih banyak model U turn, namun tak ada pilihan lain. “Apresiasi buat Walikota Jambi yang telah dukung babak final ini,” ungkap Syafruddin Chay, Ketua Pengprov IMI Jambi.
“Ini bisa jadi momentum untuk dapat dibuatnya sirkuit di Jambi,” harap Ardi Yanmarsyah alias Adi Korok dari Biro Roda Dua Pengprov IMI Jambi. Harapan muncul saat seremoni pembukaan, Walikota menyebut memang ada rencana bikin sirkuit, tentunya tak gampang cari lokasi di dalam kota Jambi.

Yaps! Sebelum grand final, mari lihat standing point hingga 4 seri. Pada kategori pembalap seeded didominasi #207 Ega Sipon. Racer andalan tim CV Sahabat Muda By Ardian Motor KONI Kota Jambi ini telah mendulang 170 poin yang dihitung dari gabungan poin kelas MP1 dan MP2. Berarti ada 8 kali tampil di dua kelas tersebut selama 4 seri.
Ega memang merajai, nyaris tanpa lawan. Buktinya, 6Â podium pertama dinaiki. Berarti telah koleksi 6×25 poin setiap finisher pertama. Hanya sekali Ega runner-up, saat main di seri perdana di kelas MP1. Saat itu, #200 Yuda Copa, racer Dragon Racing Team asal Kab. Batanghari leading. Yang ini jelas timnya mantan racer Mawan Dragon di Muara Bulian. Yuda baru mengantongi total 157 poin, sumbangan dua kali podium pertama.
Nah, saat tampil di final Yuda absen. Praktis Ega sudah mengunci kemenangan. Tak perlu tampil ngotot. Justru Marulli, racer kota Jambi menguasai podium pertama di kelas MP1 dan MP2. Sedangkan Ega cukup finisher kelima di MP1 dan kedua di MP2. Kurang greget.
Yaps! Meski pemuncak kategori seeded Jambi ditempati Ega dan Yuda. Namun ada dua rider lain di bawahnya yang siap mengorbit. Keduanya asal Muara Bungo, yaitu Reza Tigara dari Tigara Racing Team dan Budi Manialba dari Indosel Si Buyung Mozz. Masalahnya tak konsisten ikuti semua seri, wajar poin kurang.
Lanjut kategori pemula. Kondisinya hampir sama dengan seeded. Pembalap #227 M Teguh Wijaya yang bernaung di bawah G Force Nasional Oil Fadlan ATMS GMG Kidonk Motor leading dengan 176 poin. Racer asal kota Jambi ini memang tangguh dan konsisten main di 4 seri. Wajar koleksi poin banyak. Apalagi 5 kali podium pertama, plus dua kali tangga kedua.
#204 Tovik HK dari H Kamal Racing Team, Muara Bungo membayangi cukup jauh dengan poin baru 124. Tovik juga bagus, masih bisa 2 podium utama dan sekali kedua.
Sayang saat tampil di putaran final, Tovik hanya mampu finish ke-4 kelas MP3. Sedangkan Teguh tetap semangat dengan merajai kelas MP3 dan MP4. Juara umum ada di tangannya. Masih ada 3 racer pemula di bawahnya yang perlu dicatat yaitu Agung Alba, Egi Allaudin A dan Yandi Permana serta Marulli yang sejatinya masih pemula, namun berani fight di kelas seeded.
Panitia pun menyediakan race khusus buat pembalap legenda yang ternyata ditunggu penonton. Seru! Selain itu, tentunya 4 unit motor buat Juara Umum kategori Seeded yang diambil dari 5 seri, lalu Pemula, Seeded dan Pemula On Race. Hadiah motor setimpal dengan perjuangan selama lima seri.
Penulis: Noverry Darwin |Â Foto: Adi Korok




