
OtomotifZone.com – Ciamis. Konsep kompetisi baru para penggila adventure sekaligus para penggaruk tanah coba dikombansikan. Hasil dari kombinasi itu adalah Hord Core Competition yang kala itu menggebrak kota Ciamis, jawa Barat pada (16/17) lalu. Kompetisinya hampir sama dengan beradventure namun siapa finish tercepat dialah sang pemenangnya.
Gelaran anyar garapan Enduro Totale Indonesia yang kala itu berlokasi di lapangan Situ Mandala, Rancah, Ciamis diikuti oleh 97 starter yang terbagi dalam 2 kelas. Kelas Adventure Competition yang diikuti oleh sekitar 70 peserta yang menempuh jarak sekitar 60 Km dan kelas FFA yang menempuh jarak sejauh 40 Km.

“Agar tidak kecolongan, masing-masing kelas wajib melewati 3 pos untuk mendapatkan stiker. Ini sebagai bukti bahwa peserta telah melewati seluruh lintasan,” buka Erickson T Andiolo dari pihak Enduro Totale Indonesia.
Suguhan trek yang bervariatip mulai dari jalur terjal berbatu, tanjakan ekstrim, serta jalur melintasi sungai menyajikan aroma kompetisi yang lain dari biasanya. “Meskipun tergolong baru di Indonesi namun sajian Hard Core Competiion ini sangat menarik. Balapan yang mengacu pada kejuaraan Enduro di Eropa dan Amerika ini sangat cocok diadakan di Indonesia mengingat mendukungnya kontur alam yang dimiliki negri Indonesiaini,” beber Robertino D’Auria asal Italia yang tergabung di Badeur Primajasa ini.

“Menurut aku paling menantang itu jalur sungai. Lumayan susah untuk menaklukannya. Air lumayan tinggi dan batu licin karena lumut didalamnya menjadi momok tersendiri untuk ditaklukan. Beres dari situ, tanjakan rkstrim Nini Ganas yang sangat terjal. Banyak yang terhambat disana, akibatnya waktupun terbuang lumayan banyak. Jadi selain motor yang ekstra stamianya, fisik peserta juga diharapkan prima agar bisa mulus hingga finish,” tutup H. Irfan Taufik asal Bandung yang memebela bendera Dua Saudara Enduro Racing Team ini.
Penulis : Nugraha | Foto : Nugraha

