OtomotifZone.com-Sentul. Kalau sudah namanya cinta dan gila terhadap dunia balap, saran dokter, teman, sahabat bahkan orang tua pun dianggap angin lalu dan hanya penghambat keinginan untuk terus membalap, terbukti nekatnya sang penari lintasan Sentul Kecil ini masih bisa menunjukkan kualitasnya saat beraksi dilintasan.
Ferrel Fadhil namanya, meski saran dokter untuk beristirahat total selama 2 minggu setelah menjalani rawat inap karena adanya virus yang mengganggu kesehataanya dan harus berbaring terkulai lemas dirumah sakit selama 6 hari, pegokart yang mewakili Indonesia diajang Grand Final Rotax Max Challenge Sarno Italia tahun lalu bersama beberapa pegokart Indonesia lainnya tetap turun lintasan diajang Kejurnas Eshark Rok Cup putaran 2 dan Rok Cup Asia putaran 1 Minggu kemaren (26/2), Ferrel memaksakan diri untuk ikut meramaikan event tersebut.

4 hari setelah pulang dari RS, Ferrel langsung melakukan sesi practice, karena event Rok Cup adalah event pertama bagi dirinya turun diajang ini, karena sebelumnya lebih konsentrasi diajang balap Mobil di Sentul besar dan menjadi jawaranya, membuat dirinya harus tekun latihan agar hasilnya bisa maksimal saat event kejurnas Eshark Rok Cup yang dia ikuti tidak sia-sia.
Dan benar, meski muka terlihat kuyu pucat masih recovey tubuhnya, Ferrel masih bisa mempertontonkan permainan cantiknya dilintasan. Hasil bagus ditiap racenya menunjukkan kualitas dirinya dikancah karting, meski baru turun diajang ini, Ferrel mampu tercepat terbaik ke-2 saat qualifying dan heat, kemudian mendulang point bagus saat prefinal setelah menempati posisi pertama dikelas Senior Rok GP.

Saat laga final, Ferrel sempat beberapa lap berada diposisi terdepan diikuti Silvano Christian dan Gezha Sudirman sebelum akhrinya pertahanannya jebol karena harus mesarakan sakit pinggangnya dan sejak lap 8, terasa sekali suara raungan knalpotnya tidak seperti biasanya, dan sakitnya membuat Ferrel hanya berharap mempertahankan posisi dan harus finish.
Dengan perjuangan kerasnya akhirnya mampu podium ke-3 meski saat race finish diposisi 4, Ferrel naik posisi karena Muhammad Harits mendapat hukuman pinalty 10 detik karena bumper depannya turun sesuai aturan CIK.
“Saya gak tahan untuk mempertahankan posisi terdepan, pinggang saya sakit banget om, saya pingin sekali mempertahankannya namun rasa sakit ini gak tertahan, tekad saya harus mempertahankan posisi dan harus finish, alhamdulillah masih bisa podium 3”. papar Ferrel Fadhil sesaat sebelum pembagian trophy.
Meski dalam kondisi sakit, saat final, Ferrel Fadhil mampu mencetak best time dengan waktu 50.657 detik lho… apalagi dikelas Junior, kalau tidak salah inget, best time Ferrel Fadhil belum terpecahkan…
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan




