BerandaHeadlineFAIR PLAY, Harga Mati Di Gelaran RMC Indonesia Dan Eshark Karting Cup...

FAIR PLAY, Harga Mati Di Gelaran RMC Indonesia Dan Eshark Karting Cup 2015

Senna SN Juara DD2 Asia
Senna SN Juara DD2 Asia

OtomotifZone.com-Jakarta. Kabar baik berhembus sesaat setelah dinyatakan bahwa RMC Indonesia 2015 resmi kembali digelar di negri ini. Perhelatan sebanyak 5 seri sudah menjadi agenda tetap menyusul kemudian gelaran Kejurnas Eshark Cup yang sudah lebih dulu release. Publik komunitas karting Indonesia menyambut hal ini dengan antusias, karena kini total ada 9 seri kejuaraan gokart yang akan menjadi ajang pembuktian bagi pegokart-pegokart nasional. Padatnya jadwal musim kompetisi tahun 2015 memunculkan beragam tanggapan dan harapan dari kalangan komunitas yang semakin menggairahkan perkembangan olahraga gokart di tanah air.
Yongliek Santoso, punggawa TKM PDB Racing menyoroti peran-peran pengawasan selama pelaksanaan lomba seperti peran maksimal dari seorang Chief Steward yang pernah diperkenalkan saat gelaran Eshark Cup tahun lalu, sehingga diharapkan setiap lomba yang dilaksanakan semakin menunjukkan kualitasnya.

Yongliek TKM PDB Racing
Yongliek TKM PDB Racing

“Dengan kejuaraan yang berkualitas, diharapkan dapat menarik minat para pembalap manca negara untuk berpartisipasi di event balap Indonesia. Saat ini sudah ada beberapa pembalap dari Malaysia yang telah menyatakan kesiapannya untuk mengikuti kejuaraan Eshark Cup full series. Mudah-mudahan akan segera menyusul para pembalap asal India, Pakistan dan Singapura pada seri 2 Eshark Cup”, Ucap Yongliek Santoso dengan antusias.
Hal senada juga diucapkan Handi Hardja salah seorang pembesar DT Racing. Menurut Handi, penerapan peraturan harus benar-benar dilaksanakan dengan tegas saat perlombaan demi berlangsungnya balapan yang adil.

Handi Hardja bersama Prassetyo Hardja sang anak
Handi Hardja bersama Prassetyo Hardja sang anak

“SDM dan kordinasi kerja para pengawas lapangan harus ditingkatkan dengan memberikan pelatihan khusus kepada semua yang terlibat pelaksanaan balap. Intinya semua orang yang terlibat harus orang-orang terlatih sehingga mereka akan lebih peka dan mengerti dengan tugas dan tanggung jawabnya”, Tutur Handi Hardja.
Masih dari kalangan Komunitas Gokart, kali ini Eris Mahpud, sang perintis Eshark Cup pun urun pendapat. Menurutnya dengan jadwal balap dalam negeri yang padat, semoga bisa bermanfaat bagi para pegokart Indonesia untuk berprestasi lebih gemilang di ajang AMC Asia. Selain itu para Mekanik dan team teknis akan semakin berkembang keahliannya. Bila semua itu tercapai, tidak mustahil para pegokart dalam negeri akan mendominasi event AMC Asia.

Eris Mahpud promotor Eshark Karting Cup
Eris Mahpud promotor Eshark Karting Cup

“Berkaitan dengan pengawasan, pihak penyelenggara wajib untuk tidak bosan-bosan meningkatkan kualitas para juru pengadil lomba. Setiap tindakan tidak sportif harus diberikan sangsi sesuai aturan yang ada. Saat ini PR terbesar kita adalah bagaimana menjaring minat masyarakat untuk bergabung membesarkan olahraga gokart”, Imbuh Eris Mahpud
Petinggi MBG Racing, A. Hadi Prost juga setuju dengan pendapat diatas. Menurut Hadi, sportifitas adalah harga mati yang harus dijaga. Diharapkan dengan adanya RMC Indonesia dan Eshark cup akan melahirkan pegokart-pegokart tangguh, sportif dan bermental juara.

A Hadi Prost dari MBG Racing
A Hadi Prost dari MBG Racing

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya untuk Bpk. Oke Djunjunan (RMC Indonesia) dan Bpk. Eris Mahfud (Eshark Cup), beliau berdua adalah tokoh-tokoh yang turut berjasa mengembangkan olah raga gokart, sehingga banyak generasi bangsa yang tersalurkan hobi dan bakatnya. Namun ada baiknya bila pihak penyelenggara meningkatkan segi promosi event-event gokart ditanah air, sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang mengenal gokart sebagai salah satu tontonan yang menarik”,  Tambah A. Hadi Prost.

Okky  besama Akheela dan Momy nya
Okky besama Akheela dan Momy nya

Lain halnya dengan Okky Dewanto, pemilik Dapur Cokelat UT Racing ini. Segaris dengan pendapat A. Hadi Prost, Okky juga menyoroti tentang tempat pelaksanaan lomba. Menurutnya dengan sirkuit yang berbeda-beda diharapkan semakin menantang para pegokart dan mekanik dalam berkompetisi. Masih menurutnya, di Indonesia sebenarnya banyak sekali sirkuit-sirkuit yang bisa digunakan untuk balap gokart, meskipun tidak se ideal Sentul International Karting Circuit, namun dengan peningkatan safety diharapkan mampu menggelar event gokart.
“Variasi sirkuit sudah seharusnya mulai dipikirkan. Semua untuk meningkatkan tantangan dan daya saing para pegokart dan mekanik. Barangkali sebagai langkah awal tidak ada salahnya bila kita coba merubah arah rotasi sirkuit sentul dalam satu event balap menjadi anti clockwise, tapi tentu dengan tetap memperhatikan factor safety pendukungnya. Pasti menarik”, Usul Okky Dewanto dengan mantap.
Sementara itu Oke Djunjunan, dari JMS (Junjunan Motor Sport) yang merupakan pihak penyelenggara RMC Indonesia mengemukakan harapannya terkait perkembangan olahraga gokart di tanah air. Oke berharap dengan berkembangnya olahraga kecepatan ini akan menghasilkan pegokart-pegokart terbaik yang dapat mewakili bangsa di pentas internasional. Masih menurut Oke, olahraga gokart adalah olahraga 4 roda yang dimulai dari usia dini, sehingga diharapkan anak-anak dapat mengenal dunia otomotif melalui olahraga ini.

Oke Junjunan Promotor RMC Indonesia
Oke Junjunan Promotor RMC Indonesia

“ Untuk mensukseskan semua kegiatan olahraga gokart, tentunya dibutuhkan dukungan dari banyak pihak, dimulai dari IMI sebagai regulator, pembalap, mekanik dan orangtua serta pihak-pihak terkait.” Ujar Oke Djunjunan menutup pernyataannya.
Berkaca dari seluruh pendapat diatas, memang sudah selayaknya bila semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan gokart ditanah air dapat saling bersinergi bahu membahu dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan kejuaraan yang professional, tertata, dan hasilnya dapat diterima semua pihak. Dana besar yang dikeluarkan akan menjadi sia-sia manakala hasil kejuaraan hanya menyisakan kontroversi akibat pelaksanaan yang cenderung asal-asalan. Ketegasan dan profesionalitas para pengawas lomba adalah hal mutlak yang sangat dibutuhkan demi terselenggaranya satu kejuaraan yang sukses. Sikap menjunjung tinggi sportifitas dari semua pihak yang terlibat perlombaan juga akan menghasilkan juara-juara sejati yang kelak akan menjadi duta bangsa di event-event kelas dunia. Untuk memberikan bentuk dukungan pada hal tersebut diatas, mari bersama-sama kita canangkan bahwa Fair Play adalah harga mati yang tak bisa ditawar lagi. Bravo Karting Indonesia!

Maju terus Karting Indonesia…

Penulis : @Bravo_Romeo | Photo : Edi Batrawan

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot