OtomotifZone.com – Bandung. Ducati Team sudah lama berkecimpung didunia MotoGP, tetapi dengan banyak pengalamannya masih belum bisa menaklukan pabrikan asal Japan, yaitu Honda dan Yamaha.
Sejak pindahnya Casey Stoner, pabrikan asal Italia ini sangat sulit untuk menjadi yang terbaik dilintasan, bahkan untuk tahun ini juga belum mampu leading mengalahkan saingannya.
Tahun lalu, Ducati diprediksi akan mampu mengobrak-ngabrik poin klasemen MotoGP 2016, prediksi ini keluar lantaran regulasi mengenai standarisasi ECU Magneti Marelli. Tentunya penggunaan ECU Magneti Marelli akan menguntungkan Ducati Team, karena sudah terbiasa menggunakan ECU tersebut, ditambah sama-sama berasal dari pabrikan Italia.
Fakta membuktikan bahwa prediksi tersebut kurang tepat, rentetan poin klasemen 4 besar tetap dikuasai oleh Repsol Honda dan Movistar Yamaha. Ducati Team berada diposisi 6 dengan pembalap Dovizioso, dibuntuti rekan satu timnya Iannone diposisi 7 dengan gap point yang jauh dari pembalap-pembalap Yamaha dan Honda.
Suzuki yang tidak diunggulkan pada MotoGP 2016, memperlihatkan perkembangan yang sangat cepat, diluar dugaan Suzuki Escstar mampu menginjak posisi klasemen ke-5 dengan pembalap Maverick Vinales, Suzuki Ecstar bahkan mampu mengasapi Ducati Team. Tentu ini adalah pukulan telak bagi Ducati Team, karena telah dilangkahi oleh tim yang baru masuk lagi didaftar perlombaan MotoGP 2016.
Ducati Team tentu saja tidak tinggal diam dengan masalah ini, pergerakan Ducati Team untuk memperbaiki timnya telah terlihat dengan mengambil hati Lorenzo untuk membela timnya pada MotoGP tahun depan.
Dari keputusan tersebut sangat terlihat bahwa pimpinan Ducati Team melihat masalah tersebut bukan bersumber dari teknologi motor yang mereka kembangkan. Mereka berpikir teknologi mereka tidak kalah maju dengan teknologi-teknologi Japan, sehingga mereka memutuskan penggantian pembalap.
Pemutusan kontrak Dovizoso tahun depan juga memperlihatkan bahwa pola pikir pimpinan Ducati Team sangat pragmatis, melihat dari prestasi dan usia kedua pembalap Ducati Team, memang Iannone lebih menjanjikan.
Tersisa 5 balapan lagi  MotoGP 2016, apakah Ducati Team mampu memberikan kejutan diakhir-akhir balapan tahun ini?
Penulis : Jody Rusli | Photos : www.ducati.com/racing




