Beranda Racing Roda 2 Grasstrack Fase Kritis Kejurnas Grasstrack Region 2

Fase Kritis Kejurnas Grasstrack Region 2

0
865

OtomotifZone.com-Gunung Kidul. Sudah males ikut itu saja. Kalau sudah nggak greget diapain lagi coba? Dipaksa ikut…? Sudahlah, memang ini yang namanya sebuah fase. Wejangan kuno roda itu berputar pas sekali dengan kondisi ini. Kejurnas Grasstrack sedang lesu kurang ramuan.. Ramuannya apa? Yang sudah terjadi adalah kondisi sirkuit, hadiah, dan final untuk menobatkan juara umum.

Tahun 2016 ini mungkin Kejurnas modern yang terparah menurut para pelaku grasstrack. Tiga kali seri beruntun Kejurnas sejak putaran 3 di Banyuwangi, putaran 4 di Ambarawa, putaran 5 di Gunung Kidul kelas Senior gagal dilaksanakan. Di Banyuwangi sirkuit tidak memadai mereka memilih balik sebagai wujud protes yang asal-asalan sirkuit sekelas Kejurnas lolos sidak katanya. Di Ambarawa karena pembalap hanya 6 orang dan PUP hadiah menyebut jika lebih dari 5 pembalap kurang dari 7 yang berhak hanya pembalap di peringkat 1 sampai 3 saja. Tuntutan pembalap minta peringkat 4-5 di beri hadiah uang. Mereka sudah berupaya menghidupkan grasstrack region 2 agar tak sepi di kelas senior. Walau pada akhirnya pembalap mengakui salah tak seharusnya mereka menuntut seperti ini. Di Gunung Kidul kuota pembalap hanya 3 orang saja. Jelas sudah tak bisa dilepaskan lagi dan tak bisa di startkan. Maka kelas dibuat Open tidak berpoint tinggal hak pembalap ikut atau tidak. Ya mereka pilih pulang lagi wong gak ada point.

Semakin ragu apakah tahun ini ada grand final puncak grasstrack Indonesia. Mereka sudah mulai berfikir arah dan tujuan akhirnya. Titel juara Indonesia. “Yang ditunggu kan itu. Tapi melihat cara penyelenggaraan tahun ini banyak ngawurnya dalam memilih sirkuit. Masak titel Kejurnas sirkuit seperti Kejurda. Ada juri profesional masak tidak bisa membedakan,” ucap Akbar Taufan kemarin di Wiladeg, Gunung Kidul. Level Kejurnas sama seperti tarkam.. Derajat Kejurnas ingin mereka Lapangan Kabupaten beda sama lapangan kecamatan.

Penulis : Hafid | Foto : Hafid

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses