OtomotifZone.com – Jakarta, Komisi Perempuan Federasi Internasional Motocyclisme atau Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) (FIM Women’s Commission) merayakan hari jadinya yang ke-20 dengan menegaskan pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan dan keberlanjutan dunia balap motor. Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian FIM Sustainability Week yang mengangkat tema Women in Leadership and Sustainability in Motorcycling.
Perayaan dua dekade perjalanan FIM Women’s Commission menjadi kesempatan untuk melihat kembali kontribusi yang telah diberikan, mengapresiasi pencapaian saat ini, sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih inklusif bagi dunia olahraga roda dua. FIM menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga mencakup aspek sosial, termasuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Dalam strategi keberlanjutannya, FIM menilai bahwa pembangunan berkelanjutan tidak dapat tercapai tanpa mengatasi ketimpangan yang masih terjadi di berbagai sektor. Karena itu, organisasi tersebut terus mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai posisi strategis, mulai dari dokter balap, ofisial, petugas keberlanjutan, hingga jabatan administratif dan pengambil keputusan di federasi nasional, serikat kontinental, dewan direksi, dan berbagai komisi di bawah naungan FIM.
Selama 20 tahun terakhir, FIM Women’s Commission telah memainkan peran penting dalam pengembangan kejuaraan balap khusus perempuan di berbagai disiplin, seperti motocross, enduro, trial, speedway, dan balap sirkuit. Program-program tersebut tidak hanya membuka peluang bagi atlet perempuan, tetapi juga memperkuat jalur pendidikan, tata kelola organisasi, serta kepemimpinan di lingkungan olahraga otomotif.

Pada 2026, peringatan ulang tahun ke-20 ini dipadukan dengan FIM Sustainability Week sebagai upaya memperkuat suara perempuan dalam kepemimpinan olahraga. Perwakilan dari federasi nasional, serikat kontinental, administrasi FIM, hingga berbagai komisi olahraga berbagi pengalaman dan pandangan mereka untuk menginspirasi generasi berikutnya.
Direktur FIM Women’s Commission, Janika Judeika, menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan kesempatan yang setara bagi semua orang.
“Sustainability is not only about protecting our environment, it is also about creating equal opportunities, empowering people through education, and ensuring that future generations can see themselves represented in every level of our sport. Over the last twenty years, the FIM Women’s Commission has shown that when women are given opportunities to lead, inspire and contribute, motorcycling becomes stronger, more inclusive and more sustainable for everyone,” ujar Janika Judeika.
Sementara itu, Direktur Komisi Keberlanjutan Internasional FIM, Kattia Juárez Dubón, menyoroti dampak perubahan iklim yang sering kali dirasakan lebih besar oleh perempuan.
“Perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan komunitas terhadap perubahan iklim. Di FIM, kami menyadari tanggung jawab untuk terus bertindak melalui promosi energi alternatif dan penerapan prinsip keberlanjutan dalam masa depan olahraga motor. Perempuan bukan hanya peserta dalam transformasi ini, tetapi juga pemimpin yang mendorong perubahan nyata,” katanya.
Melalui kampanye ini, FIM Women’s Commission mendapat dukungan dari berbagai tokoh dan organisasi di ekosistem balap motor dunia. Mereka menjadi contoh nyata bahwa kepemimpinan perempuan dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan demi menciptakan masa depan olahraga motor yang lebih inklusif, setara, dan tangguh.

