OtomotifZone.com-Keerom. Duwi Lilis Indah Wahyuni menjadi sorotan setelah dipercaya memimpin panitia Kejurnas Grasstrack Region VI Putaran I Papua yang akan berlangsung di Sirkuit Yuwanain MX, Arso II, Kabupaten Keerom, pada 28–30 Agustus 2026 nanti. Siapa sangka, perempuan yang berprofesi sebagai ASN di bidang pendidikan ini justru mengawali langkah besarnya di dunia otomotif hanya dengan modal nekat.
Nama Indah sebelumnya memang belum begitu dikenal di lingkungan balap Papua. Ia bukan pembalap, bukan pula promotor yang sudah lama berkecimpung di dunia racing. Namun keberaniannya menerima tanggung jawab besar justru membuat banyak orang mulai melirik sosoknya.
Dunia grasstrack identik dengan debu, deru mesin, dan dominasi kaum pria. Di tengah kerasnya atmosfer balap, Duwi hadir membawa warna berbeda. Ia membuktikan bahwa perempuan juga mampu memimpin penyelenggaraan ajang otomotif nasional yang menuntut kerja keras, ketelitian, serta kemampuan mengoordinasikan banyak pihak.
Baginya, memimpin kejuaraan ini bukan sekadar menjalankan sebuah event. Wanita berbintang aries ini ingin menjadikan grasstrack sebagai ruang bagi anak-anak muda Papua khususnya pemuda dan terutama para pelajar di Keerom untuk menyalurkan bakat, meraih prestasi, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar penyelenggaraan kejuaraan.
Keputusan menerima amanah itu tentu tidak mudah. Dengan pengalaman yang masih terbatas dalam mengelola event otomotif berskala nasional, Duwi memilih keluar dari zona nyaman. Ia percaya setiap tantangan selalu membawa kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Semangat tersebut juga lahir dari kepeduliannya terhadap generasi muda, terutama karena melihat putranya memiliki ketertarikan besar pada dunia balap. Dari situ, ia semakin yakin olahraga otomotif bisa menjadi wadah positif untuk membentuk karakter, menyalurkan hobi, sekaligus mencetak prestasi.
“Saya sadar betul pengalaman saya menyelenggarakan event otomotif masih sangat terbatas. Namun justru di sinilah saya ingin belajar dan mengumpulkan pengalaman baru. Saya ingin olahraga otomotif di Kabupaten Keerom semakin berkembang pesat, menjadi wadah bagi anak-anak muda dan pelajar kami meraih prestasi dengan memanfaatkan fasilitas sirkuit yang sudah ada, untuk bisa melepas kebiassan negatif dalam pergaulan mereka,” ujar Indah.
Sejak dipercaya memimpin panitia, Indah bersama tim langsung bergerak. Mereka membenahi sirkuit, menyusun kepanitiaan, menyiapkan kebutuhan teknis, hingga memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai standar penyelenggaraan kejuaraan nasional.
Tak hanya itu, Duwi juga aktif menjalin komunikasi dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Papua, IMI Pusat, serta komunitas dan para pegiat otomotif agar pelaksanaan Kejurnas berjalan lancar.
“Kami menyusun persiapan secara bertahap. Saya juga terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi erat dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Papua, IMI Pusat, serta para penggiat dan komunitas otomotif. Tujuannya agar Kejurnas ini berjalan lancar dan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku,” katanya.
Di balik semua persiapan itu, tantangan terbesar justru datang dari keterbatasan anggaran. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Indah dan tim. Mereka terus mencari dukungan dari berbagai pihak agar Kejurnas Grasstrack Region VI Putaran I Papua tetap terlaksana dengan kualitas terbaik.
“Kami akui, awalnya kami hanya bermodal nekat. Kita semua tahu menyelenggarakan event sebesar ini butuh dukungan banyak pihak. Karena itu, saya mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas otomotif, sponsor, dan seluruh masyarakat. Untuk bergotong royong menyukseskan Kejurnas Grasstrack Region VI Putaran I Papua. Saya yakin dengan semangat kebersamaan, kita bisa menghadirkan ajang yang membanggakan Kabupaten Keerom,” tegas Indah.
Kisah Duwi Lilis Indah Wahyuni membuktikan bahwa keberanian sering kali menjadi langkah pertama menuju perubahan besar. Berbekal tekad, kemauan belajar, dan semangat kolaborasi Ia ingin menghadirkan Kejurnas Grasstrack yang sukses sekaligus membuka jalan agar semakin banyak perempuan berani mengambil peran penting di dunia otomotif Indonesia.
