OtomotifZone.com – Makassar. Sedikit mencolok perhatian yang mana Muhammad Mursyid mampu mengunci perolehan ketepatan waktu kelas Bracket 11 Detik (Legal Street). Pada Final Pertamax Turbo Kejurnas Drag Race 2025 yang berlangsung di lintasan Lanud Sultan Hasanudin, Maros, Sulawesi Selatan pada 15-16 November.
Yang menariknya lagi nih salah satu pembalap dari tim asal Makassar. Yang menjadi Juru Kunci yang mengantarkan Sonic Speed Indonesia mampu menjadi peraih podium tertinggi. Pada kelas tersebut di seri Final kali ini. Hanya dengan berkosentrasi mengikuti satu kelas saja.

Memang di beberapa kelas wajib kejurnas seperti Bracket 8 detik, 9 detik, 10 detik dan 11 Detik. Dari keempat kelas Kejurnas Bracket kelas Favorit para dragster adalah 11 detik . Kelas ini juga paling banyak peminatnya di beberapa tempat karena para peserta hanya bermodal Mobil Jalanan kondisi standart (Street Legal) sudah dapat bertarung.
Namun demikian pembalap bernomor 175 ini harus melawan kurang PD (percaya diri) untuk menduduki podium teratas. Pasalnya Mursyid perdana ikut di kelas 11 detik pada ajang Kejurnas dan harus berhadapan dengan para jawara di kelasnya.
“ Race ini benar benar seru, karena banyak peserta dari berbagai daerah. Di event ini saya cuman ikut satu kelas, jadi itu bisa memacu semangat kita untuk bisa main lebih fokus untuk mengejar target waktu. Puji tuhan saya bisa menempati P1 di event kali ini, berhasil mengamankan nama daerah alhamdulillah. Kendalanya lebih ke diri saya yang agak gak percaya diri, karena pertama kali turun dan cuaca saat balap dominan hujan juga, jadi sulit dapatkan settingan perfect nya mobil, “ jelas Muhammad Mursyid.
Dengan fokus membaca karakter kendaraan serta konsisten dengan catatan waktu yang dihasilkan sejak penyisihan hingga babak final. Ia mampu menyingkirkan 19 pembalap. Tak banyak strategi yang Muhammad Mursyid persiapkan pada pertarungannya. Selain mengembalikan self confidence nya dan membaca kondisi lapangan saat race yang tentunya mendengarkan arahan para mentornya.

“ Pelajarin mobil yang di pakai balap. Kita harus ngertiin kemampuan mobil bagaimana lalu kita perhitungkan dengan kondisi yang sedang terjadi waktu balapan. Terima kasih juga kepada kanda kanda dan Brayen Sumalata from manado yang membantu saya agar tetap tenang untuk menjalani racenya, “ ungkapnya.

