OtomotifZone.com-Semarang. Musim perdana jenis kejuaraan Endurocross selesai minggu ini di sirkuit Gedongsongo, Bandungan, Semarang 28-29 April 2018. Sirkuit yang identik dengan balap Grasstrack ini punya wajah berbeda setelah perlombaan Endurocross masuk area bekas pacuan kuda sebelum rencananya di pugar menjadi tempat wisata. Sebagai penilaian, sejauh mana antusiasme pemilik motor trail ikut perlombaan seperti ini setelah beberapa pekan terlihat masih saling meraba gimana sih model balapnya.
Ada yang dari Kratingdaeng sebagai sponsori utama juga dari Lightening Production sebagai event organizer.
Bagaimana penilaian selama menyelenggarakan event yang di anggap baru sebagai balap enduro pertama berstatus Kejurnas. Hadi Prabowo bersama Amanda Afina, dari Kratingdaeng. “Akhirnya sampai pada putaran ke enam setelah rangkaian Kratingdaeng Endurocross dari Malang, Brebes, Jogja, Kediri, Purbalingga, dan terakhir kita di sirkuit Gedongsongo, Bandungan, Semarang. Setelah ini kita bersiap ke Jogja untuk memulai Powertrack.” ucap Hadi Prabowo yang pertama memberikan statmen selesainya acara ini.

Tahun ini secara masuk sebagai backup event besar nasional. “Selesai Endurocross ini kita lanjut ke Powertrack di sirkuit Tambakrejo, Sleman, Jogjakarta 5-6 Mei 2018. Disana akan lebih meriah dengan beberapa croser tanah air dan mancanegara,” imbuh Amanda Afina juga wakil dari Kratingdaeng.
Lightening Production sebagai promotor nasional yang di gandeng untuk mengerjakan serangkaian event besar tentu punya konsep yang sudah tertata. Rampung event ini dirasa siap mengerjakan lagi titel tahun depan yang rencana di Kejurnaskan.
Masukan dari peserta pasti ada. Merapi Bangkit Magelang salah satu peserta teraktif yang hadir di Kratingdaeng Endurocross 2018 adalah team penggila balap enduro. “Bagus dan tertata. Mewah untuk gelaran Endurocross nasional. Sayang buat publikasi perlu di gencarkan dengan cara pendekatan ke komunitas melalui undangan atau bagaimana. Susunan jadwal terutama, Sabtu kalau bisa sudah ada race. Soalnya yang jauh itu rugi jika sabtu hanya sekedar latihan saja. Biaya ke sirkuit sejak hari sabtu itu banyak. Penginapan, konsumsi dan lain-lain. Overal bagus acara ini semoga tahun depan makin mantab dan team kami siap hadir…” kata Hariyadi. Mengambil wawancara owner team yang kemarin membawa 22 motor sekaligus di sirkuit Gedongsongo, Bandungan karena dinilai paling sering ikut event ini jadi tahu kekurangan dan kelebihan.

Acara yang di kemas nggak monoton aja soal balap namun ada game lain seperti game, freestyle trial, sing conpetition, dan DC keren di sana.

Penulis : Hafid | Foto : Hafid




