OtomotifZone.com – Madiun. Setelah melakukan test Ride New Sonic 150R beberapa waktu lalu, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM), diler utama motor Honda wilayah Jatim dan NTT kembali memberikan kesempatan pada tujuh media Otomotif di Surabaya untuk menjajal performa New CB150R.
Tak tangung-tanggung, rute Madiun – Pacitan – Pantai Klayar Pacitan – Madiun, dipilih untuk menjajal performa gacoan baru motor sport berlambang sayap mengepak ini.
“Sengaja kami memilih rute Madiun – Pacitan – Pantai Klayar – Madiun dalam test ride New CB150R kali ini, karena tipe jalan sangat bervariatif. Mulai tanjakan – turunan, jalan lurus dan yang pasti sangat banyak jalan berkelok,” terang Rukanto, Claim Section Head MPM.

Dilepas dari MPM Madiun, rombongan media test ride langsung meluncur menuju Kota Ponorogo, dengan tipe jalan lurus antar kota. Disini tim dengan mudah dapat menyelesaikan rute pertama tanpa kendala apapun.
Performa dan Handling
Setelah beristirahat sejenak di kota Reog Ponorogo, tim media test ride melanjutkan rute selanjutnya Ponorogo – Pacitan.

Jalan lurus pedesaan mengawali rute ini. Disinilah OZ menjajal top speed New CB150R. Langsung saja gas dipelintir guna mencicipi performa mesin baru DOHC. Waaaw.. Akselerasi bawah ke tengah sangat galak. Mesin terasa responsif mengikuti putaran gas.
“Rute yang kami pilih ini sangat cocok untuk menjajal performa mesin baru DHOC. Pada jalan tanjakan dan turunan, performa mesin untuk putaran bawah dan tengah akan lebih terasa,” ungkap Rukanto.
Trek lurus sepanjang 5km-an dilahap dengan mudah oleh New CB150R. OZ sempat menyentuh kecepatan 127km/jam pada rpm 9000an di gigi 6, Itupun gas masih belum mentok. OZ buru-buru mengendurkan gas karena bobot OZ (65kg) terlalu ringan, ini membuat motor ngacir seperti tanpa membawa beban. Tapi gejala ini tidak dirasakan oleh test rider yang berbobot lebih berat dari OZ, apalagi saat dipakai berboncengan motor terasa lebih anteng.
Saat melibas rute jalan berkelok, motor nyaman diajak bermanuver ke kanan dan kekiri melibas speed corner bahkan tikungan tajam. Gejala out dan goyang pantat tidak dirasakan OZ. Motor nurut aja diajak rebah meskipun gak sampe elbow down layaknya Marc Marquez.

“Ini berkat desain baru dari frame New CB15. Aluminium Engine dibikin lebih pendek menyesuaikan mesin baru. Selain itu dapat meredam getaran mesin sehingga nyaman saat motor dibuat bermanuver,” lanjut Rukanto.
Riding Position

Desain New CB150R idealnya untuk rider dengan tinggi badan 165cm lebih. Untuk berkendara dalam kota, New CB150R masih nyaman dikendarai meski postur tubuh OZ mungil. Tapi saat perjalanan jauh, OZ merasa daerah pungung terasa lebih capek.

Jok dan Head Light
Berkendara hampir sejauh 300km, Jok New CB150R tetap nyaman. Gejala pantat panas dirasakan saat tim memasuki Ponorogo (pulang). Hal ini sangat wajar mengingat waktu tempuh Pergi – Pulang lebih dari 6 jam.
Sedangkan desain baru pada Head Light membuat test rider pede melakukan perjalanan malam. Dengan lampu LED, Jalan gelap mampu disinari dengan maksimal. Bahkan saking terangnya, OZ sampai diberhentikan oleh pengendara CB150R yang melintas karena merasa silau oleh lampu New CB150R.
Sesampai di Madiun, jam menunjukkan pukul 20:30. Tim media test ride langsung berkuliner pecel Madiun yang terkenal mak nyus sekaligus menyudahi rangkaian test ride New CB150R kali ini.
Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS, Farid|Kabare Honda.

