OtomotifZone.com – Jakarta. Pada putaran ARRC Sentul, tim SND asal Bandung turun dengan formasi berbeda. Tiga rider perkuat tim milik Sandy Agung itu. Lalu pada putaran Final akhir pekan ini, mereka masih dengan formasi tiga pembalap untuk turun (1-2/12) di Buriram United International Circuit, Thailand. Dengan formasi demikian, Owner tim Optimis Target Maksimal di partai final.
Sejak awal putaran ARRC 2018 SND hanya di perkuat dengan dua pembalap muda Indonesia. Mereka adalah Gupita Kresna dan Syahrul Amin, Dua pembalap bertalenta ini dipilih untuk turun di kelas UB150. Lalu mereka menambahkan satu slot untuk Wawan Wello sebagai pembalap Wild Card di putaran Sentul. Dan pada putaran Final mereka kembali ajak Wello sebagai pembalap Wild Card.
” Kami liat Wello sanggup tarung ke depan. Dia punya skill yang bagus, tinggal nambah jam terbang saja. Jadi tim kami sepakat Wello di coba lagi di final ini,” ujar Sandy Agung langsung kepada Otomotifzone.
Lalu apa ini menjadi kode untuk formasi tim tahun depan. Kita baru bisa mengira ngira. Sebab kompetisi balap sudah akan selesai. Dan biasanya tim menjajal pembalap barunya di putaran akhir.
” Untuk tahun depan belum ada keputusan pasti. Mungkin kami tunggu dulu dari pihak pabrikan Yamaha. Mungkin setelah Final ARRC Thailand mas,” jelas pria asal Jawa Barat itu.
Sandy Agung belum berfikir formasi tahun depan. Pada saat ini dirinya hanya fokus pada laga Final ini. Dirinya optimis pada ketiga pembalapnya untuk dapat bersaing di kasta Asia tersebut.
” Target kami podium semua ya mas. Tapi itu bukan hal yang mudah, perlu perjuangan dan konsentrasi semua anggota tim. Dan untuk Wello kita suruh ikutin dulu kaka kakanya Gupita dan Syahrul untuk cari racing linenya di Thailand ini,” tutup Pak Haji.
Pada partai ARRC di Sentul, tim dominan dengan warna kuning ini memang mendominasi jalannya balapan. Lalu apakah mereka akan kembali mendominasi. Kita tunggu saja kabar beritanya hanya di Otomotifzone.
Penulis : Dewantara Ramadhan




