Beranda Racing Roda 2 Drag Bike Gadhuro Kajen Dragbike 201 M : Eko Chodox Raih Juara Umum Dua...

Gadhuro Kajen Dragbike 201 M : Eko Chodox Raih Juara Umum Dua Kali

0
1491

OtomotifZone.com – Kajen. Eko Chodox pebalap dragbike dari Semarang akhirnya keluar sebagai Juara Umum di event Gadhuro Dragbike yang tayang di sirkuit Alun Alun Kajen Pekalongan(20/3). Berarti hasil terbaik ini adalah untuk ke dua kalinya bagi Eko Chodox. Sebelumnya ia merebut gelar pertamanya di seri perdana Dragbike Gadhuro di kota Purwodadi.

Startegi yang dijalankan cukup bagus yaitu berusaha tidak jump start. Dari cermatan OtomotifZone ikon dragbike Indonesia ini acap melakukan jump start di event event sebelumnya. Kurang konsentrasi dan sedikit kemrungsung. Akibatnya bisa ditebak kalau mainnya jadi amburadul.

Eko Chodox, raih juara umum dragbike dua kali di event Gadhuro Championship 2016
Eko Chodox, raih juara umum dragbike dua kali di event Gadhuro Championship 2016

“Kali ini dari awal saya sudah mantab gaspolnya dan tidak ambisi harus finish paling cepat di 4 kelas wajib. Asal tidak jump start dan cukup 5 besar itu sudah bagus. Kecuali di kelas andalan saya Sport 2T STD 150 cc targetnya harus 3 besar,” bangga Eko Chodox.

Perlawan ketat datang dari Jhon PK dari Magelang dan Asep Robot from Bandung. Termasuk Nico Sakaw yang sempat jadi leader di 3 kelas wajib. Sayangnnya memasuki kelas wajib selanjutnya ketiganya mretheli satu persatu. Jhon PK dan Nico Sakaw terjebak jump start, Sementara Asep Robot terlempar dari 5 besar. Total point menempatkan Asep Robot di posisi 2 dan Jhon PK ke 3.

Pengincar juara umum lain adalah Galih Dwi yang di event sebelumnya sempat menempel ketat Nico Sakau yang jadi juara umum. Namun Galih Dwi tak bisa berbuat banyak. Sempet menuai poin 20 di kelas Sport 2T TU 155 cc Open yang merupakan kelas wajib. Sayangnya semangatnya langsung drop ketika akan line up di kelas Satria FU STD 150 cc. Ia dilarang main gara garanya swing arm motor Suzuki FU bermasalah.

Galih Dwi, kali ini kendalanya di swing arm motor
Galih Dwi, kali ini kendalanya di swing arm motor

“Saya nggak punya motor FU dan akhirnya join eh pas mau line up tidak boleh. Soalnyua swing arm sudah dilubangi disana sini agar bobot jadi ringan. Kalau swing arm dilubangi kan nggak boleh aturannya. Nah ini repotnya nggak punya motor sendiri, join malah motornya kena dis. Akhirnya nggak konsen mainnya mas, Saya mentok di urutan 4 klasemen saja. Seri lanjut nanti mas saya akan berusaha lebih baik lagi,” kata Galih Dwi dari kota Boyolali.

Nasib sama juga di alami oleh Bayu Ucil asal kota Purwodadi. Sampai seri ke 4 ini perfoma Bayu Ucil cenderung menurun. Banyak melakukan jump start dan anehnya justru terjadi di kelas wajib. Beberapa mesin pacuannya sudah disetting tapi justru disimpan dulu buat ajang dragbike yang lebih bergengsidan ciamik yaitu AHRS Dragbike Indonesia Championship.

Bayu Ucil, belum maksimal lagi perfomanya
Bayu Ucil, belum maksimal lagi perfomanya

“Ah belum waktunya, balap ya gitu kadang kalah kadang menang. Mesin yang saya pake sekarang ini memang agak bosok istilahnya, jadi nggak bisa maksimal. Yang udah direpair memang untuk persiapan Minggu depan dragbike AHRS di Wonosari Gunung Kidul Jogjakarta,” kata Bayu Ucil pada OtomotifZone. Semangat bro!

Penulis : Unang | Foto : Unang

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses