Otomotifzone.com – Jakarta. Kian Santang nama dari armada kebut garapan Sandi Ikhsan Taufik atau biasa yang dipanggil dengan Andi ini dalam perjalanan event drag bike helatan Gadhuro Sport Club di seri 2 Kota Tegal – Jawa Tengah ini (16/8/2020) makin tak tertahan di lintasan balap. Sirkuit Non Permanen Jalan Lingkar Utara, Kota Tegal – Jawa Tengah menjadi saksinya.
Pada sesi penyisihan kelas matic 200cc tune up open Kian Santang motor matic berkapasitas 200cc ini sudah menunjukan kehebatannya bersama joki lawas yang tidak bisa di ragukan dalam belaiannya membesut gas motor matic, Ayip Rosidi. Bersama Mang Ayip matic garapan Andi ini sudah menembus waktu 7,3 detik.
Bukan hanya pada penyisihan matic matic 200cc tune open Kian Santang menunjukan kemampuannya melampaui waktu 7,3 detik. Tetapi pada kategori kelas pemula pun sudah terbukti bersama Agung Bendol pembalap asal Kebumen – Jawa Tengah. Tepatnya dengan waktu 07,342 detik. Disusul juga rekan setimnya posisi 3,4, dan 7.
Pada akhir kelas matic 200 di kategori open, pembalap kesayangan OP 27 Racing Factory bersama timnya Haji Putra 969 Racing Team makin mempertajam cengkraman waktu Kian Santang di angka 07,302 detik.

“Balapannya seru mas sengit dan ramai mas, tau sendiri ramai banget time juga rapat-rapat. Motor sendiri ini katanya habis rubah spek, yang dirasain sih atasnya lebih jalan, dibawahnya lembut seperti kesukaan saya karakternya,” ungkap Hendra Kecil 12 kepada Penulis.
Selanjutnya pemilik dari 12 Racing ini melanjutkan, “Penyisihan sih aku coba sedikit main di lampu mas tapi santai bawa motor, finalnya kebalikan coba push motor tapi main lebih santai engga terlalu ngepush lampu Cuma motornya. “ Lanjutnya kepada Penulis.
Namun dalam perjalanan membawa Kian Santang untuk semakin tajam cengkramannya, tidak mudah untuk Hendra. Sebab balapan ini sangat menguras segalanya bagi pembalap maupun mekanik serta crew. Hendra membocorkan bagaimana dirinya bisa tetap stabil sampai akhir jalannya balapan, “Kalau balapannya sistemnya begitu wahduh hancur badan lama-lama.
Wearpack juga engga enteng mas kita gendong hampir 20 jam. Jadi aku istirahat secukupnya, apalagi ini cuaca extreme panas sekali tiba-tiba mendung terus panas lagi. Selain itu juga fisik harus mateng bisa terjaga, kalo aku biasanya main cross gt sekalian refreshing,” tutup Hendra.




