OtomotifZone.com-Garut. Animo besar komunitas racing roda 2 Kabupaten Garut tidak dibantah lagi, super menggila, baik grasstrack maupun Road race dan Dragbike, namun kehadiran yang didominasi kaum muda belum mendapat fasilitas layak khususnya untuk road race dan dragbike.
Beberapa kali Banyu Bening, selaku promotor aktif diwilayah kota dodol tersebut selalu menggunakan fasilitas umum, diakui atau tidak, memang sangat jauh dibilang dari layak dan memenuhi standar safety untuk sebuah kegiatan motorsport.
Kalimat klasik yang sering terlontar “mau gimana lagi, daripada balap liar” adalah menjadi senjata ampuh untuk melegalkan ketidaklayakan, namun bukan disisi itu yang kita bahas, tapi masih belum ada ketidak pedulian pemerintah setempat terhadap kegiatan anak muda.
Kerjadama apik Banyu Bening dan Korwil IMI Garut bikin event Dandim cup road race Minggu kemaren (18/2) adalah event kesekian kalinya, namun kita sudah bisa menebak apa hasilnya, lintasan sempit, semrawutnya paddock, sliwerannya penonton akibat space ruang menonton yang terbatas hingga melintasi lintasan untuk mencari posisi wenak.
Itu adalah gambaran event yang digelar disirkuit jalan raya yang merupakan fasilitas umum, tentunya kekuarangan dianggap sah daripada tidak ada sama sekali.

“kami dengan bikin event ini sengaja agar pemerintah daerah tergerak hatinya untuk memberi fasilitas kepada generasi muda potensial, kami butuh sirkuit atau lahan luas yang representatif untuk menyalurkan hoby anak-anak muda, kami juga sangat mengerti kurang layaknya sirkuit dadakan, tapi dimana di Garut ada lahan luas untuk event road race, kami akan terus menggunakan fasilitas umum sebelum ada sirkuit permanen”, papar Yudha dari Banyu Bening motorsport diamini Tedy Golsom dari Korwil IMI Kabupaten Garut.

Berharap pemerintah peduli sih bisa dihitung dengan jari, hingga saat ini, otomotif masih belum dianggap lumbung suara agenda 5 tahunan, atau pemimpinnya tidak gila otomotif, kecuali ada pemimpin daerah yang dulunya mantan pembalap, sirkuit permanen bakal segera terwujud.
Penulis : Edi Batrawan | photo : Edmol




