OtomotifZone.com – Surabaya. Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya Auto Show 2016 yang berlangsung di Grand City Surabaya (28/9 – 2/10), selain memamerkan lineup terbarunya PT Toyota Astra Motor (TAM) juga memperkenalkan kendaraan hybrid.
Kendaraan yang mengusung teknologi tinggi ini masih terasa asing di Indonesia. Hal ini tentunya dikarenakan harganya yang melambung tinggi, sehingga masyarakat belum bisa menerima kendaraan masa depan itu. Sampai saat ini, secara nasional TAM sudah menjual sebanyak 1.200 unit dari tiga tipe mobil hybrid yang ada (Camry, Alphard, dan Prius).
“Sebagai pemain pertama mobil hybrid, kami sadar bahwa daya beli masyarakat masih sangat kecil dibanding mobil non hybrid. Disini kami berkomitmen untuk memperkenalkan dan mengembangkan mobil hybrid, sehingga nantinya akan dapat diterima masyarakat pada jangka panjangnya,” ujar Head of Media Relation Toyota Astra Motor (TAM), Dimas Aska saat menggelar jumpa wartawan di ajang GIIAS Surabaya 2016, Kamis (29/9).
“Dengan selisih harga sekitar Rp 300 juta, konsumen masih memilih membeli mobil konvensional daripada mobil hybrid,” tambahnya.
Mahalnya harga mobil hybrid di Indonesia karena pemerintah mematok pajak kendaraan tersebut cukup tinggi, berdeda dengan di negara lain.
“Di Amerika pemerintahnya memberi keringanan pajak untuk mobil hybrid. Hal ini karena mobil hybrid ramah lingkungan, mampu mengurangi polusi dan menghemat sumber daya minyak,” paparnya.
Dimas menambahkan, bahwa semua ini tidaklah mudah dan butuh waktu untuk bisa diterima masyarakat.
“Yang utama saat ini kami memperkenalkan teknologi mobil Hybrid kepada masyarakat. Jangka panjangnya, jika masyarakat sudah aware dan nantinya sudah mengarah ke mobil hybrid, pastinya penjualannya akan mengalami peningkatan. Dengan demikian kami berharap nantinya pemerintah akan menyesuaikan aturan pajak terhadap mobil hybrid,” tutup Dimas.
Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS

