Beranda Racing Roda 2 Grasstrack GPR Grasstrack 2018 Gununghalu, Masih Nuansa Lebaran, Sepi

GPR Grasstrack 2018 Gununghalu, Masih Nuansa Lebaran, Sepi

0
536
gate start finish seperti latihan
gate start finish seperti latihan

OtomotifZone.com-Gununghalu, KBB. Gelaran Kratingdaeng GPR Kratingdaeng Grasstrack Open 2018 usai digelar Minggu hari ini (24/6) kental nuansa lebaran idul fitri 1439H.

Meski kompetisi berjalan seru, namun terlihat seperti bukan sebuah ajang balap, peserta yang partisipasi juga tidak seperti biasanya, tidak menyentuh angka 130-an, begitu juga penontonpun terkesan enggan keluar rumah melihat event yang digelar disirkuit Bukit Asri 20 Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat.

Enggannya  penonton memadati sirkuit barangkali nuansa lebaran Idul Fitri menjadi alasan untuk lebih betah duduk dirumah daripada kena debu sirkuit, mungkin juga para pembalap, biasanya getol kejar setoran, event awal bulan Syawal ini ditanggapi santai dan dingin, harapan menarik pembalap lokalpun tidak begitu terasa, kenapa bisa terjadi..? kurang publikasika..? dadakan atau ada sesuatu yang membuat event ini kurang greget.

Sambas, dari GPR
Sambas, dari GPR

“Sepi emang event kali ini, persiapan sih 2 bulanan, tapi bagaimana lagi. Mungkin masih suasana lebaran, pembalap dan penonton lebih suka diem dirumah, jika event Kejurda grasstrack mendatang seperti ini, saya akan mundur sebagai penyelenggara event”, papar Sambas, ketua penyelenggara.

‘Harusnya panitia sudah tidak harus selalu diingatkan oleh juri, karena sudah sering menggelar event, kami meminta ambulans hingga event digelar tidak muncul, meski petugas medis yang  bertugas standby, tapi ambulance kan menjadi salah satu syarat event bisa digelar, baik latihan maupun race sudah siap”, ungkap Reza dan Kunil, selaku Juri Pengprov IMI  Jabar.

Reza (kiri) dan Kunil Aditya, Juri Pengprov
Reza (kiri) dan Kunil Aditya, Juri Pengprov

Pendapat lain keluar dari pembalap, gosipnya dibeberapa event sebelumnya, masalah hadiah menjadi kendala tersendiri, sehingga para pembalap lebih  menahan diri untuk memilih event selain yang digelar sekarang.

Jika masalah klasik menjadi alasan utama, kartu mati bagi promotor untuk siap-siap dijauhi pembalap.

photo : Edi Batrawan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses