
OtomotifZone.com – Lumajang. Final kejuaraan terbuka Comet Daytona Yamaha Dragbike 2014 akhirnya terlaksana di tahun 2015 di Sirkuit Embong Kembar kota Lumajang.. Kurun waktu panjang tersebut sedianya direncanakan sebanyak 5 seri di tahun 2014 dan Final kota Lumajang tepat di akhir tahun 2014 kemarin. Namun banyak kendala yang terjadi terutama batalnya satu seri dikarenakan berbenturan dengan Pilpres lalu.”Banyak kendala yang harus kita jalani, meski demikian animo peserta dalam mempertahankan poin tetap besar, karena tercatat 377 starter hadir. Meskipun sempat benturan dengan dragbike di Jawatengah,” terang Happy Reynaldi selaku penyelenggara.

Jika di kejurda dragbike garapan IMI Jatim Adi Plentis kudu tergeser dengan Adi Susanto Tuyul, kini di final Comet Daytona Yamaha Dragbike maju berada dipuncak posisi teratas 136 poin dan disusul Yopi Nexcom 123 poin dan Johan Timothy 110 poin. Poin ini menurut Happy diperoleh dari kelas Db 3,4 dan 5 dan wajib mempergunakan ban belakang Comet. Absennya dragster ternama Jatim seperti Adi S Tuyul, Tony Cupang dan Alfan Cebong membuat kans ketiga dragster tadi sangat besar memperoleh juara umum di final ini.
Menanggapi regulasi dragbike yang bakal dilaksanakan di tahun 2015 ini banyak menorah kontroversi dari kalangan pembalap dragbike. Yakni bakal ditutupnya kelas 2 tak tune up 130 cc di kejurnas dan kejurda menjadi fenomena tersendiri. Karena beberapa tim balap sempat mendatangkan motor2 import Thailand seperti Honda Nova Dash dan Y125 Z bakal tidak terpakai. “ Bukan tidak terpakai hanya kelas ini mungkin nanti hanya sebagai supporting saja, kita tanyakan saja kepada komisi dragbike PP-IMI soal kelas ini dipakai atau tidak tergantung nanti banyak atau tidak pesertanya,” terang Moy Arifin selaku pimpinan :Lomba. Kelas ini memang sama seperti kelas sport 2 tak tune up 140 cc, dimana semakin hari pesertanya semakin sedikit dan tim balap beserta motornya ya hanya itu-itu saja. Dampaknya jika dipaksakan para pembalap lecewa dengan hadiah uang pembinaan yang hanya keluar di juara 1 atau hingga ke 3 saja.
Penulis : Diki | Foto : Diki

