Beranda News Grand Final Kejurnas Motoprix 2018 Surabaya : Jatim Siap gelar Grand Final...

Grand Final Kejurnas Motoprix 2018 Surabaya : Jatim Siap gelar Grand Final Tahun depan

0
3438
Kelas Sport Fairing 250 cc

OtomotifZone.com – Surabaya. Otozoner Surabaya dan sekitarnya. Sukses Grand Final Kejurnas Motoprix 2018 yang terselenggara di Gelora Bung Tomo Surabaya kemarin(18/11), tak luput dari peran serta pihak penyelenggara kegiatan. IMI Jatim sebagai koordinator penyelenggara patut diacungi jempol.

Ini karena Sirkuit permanen Gelora Bung Tomo beberapa hari sebelumnya telah cacat terutama aspal di beberapa titik. Oleh karena oknum Bonek yang tidak puas dengan tontonan jago kesebelasannya kalah di kandang sendiri. Ketidakpuasan tersebut dilontarkan dengan membakar ban – ban bekas yang biasa digunakan sebagai pengamanan pinggir trek berdekatana dengan pagar Galvanis pembatas. “ Memang dibeberapa tempat terjadi lobang yang memang harus ditambal ulang, dan itu harus berupa aspal hotmix yang serupa dengan aspal lama. Namun tentu saja tidak sesempurna aalinya, maka masih ada kesan gelombang “ terang Bambang Haribowo selaku penyelenggara dari IMI Jatim. Hal ini seminggu sebelumnya memang dipakai acara latihan bersama Cornering yang juga mengeluh di R1 dan sesudah R terakhir jelang garis finish selalu gejala bergelombang.

R1 aspal masih bergelombang

Himbauan kepada beberapa pihak termasuk Bonek pun dilakukan dari Dispora kota Surabaya. Agar sama – sama saling menjaga di seputaran Gelora Bung Tomo. Namun secara global penyelengaraan kejuaraan nasional balap motor sukses di Gelora Bung Tomo. Baik tahun lalu maupun tahun 2018 ini. “ Jika masih dipercaya Jawatimur menggelar kejurnas Motoprix tahun 2019 besok kita tetap siap, baik di sirkuit gelora Bung Tomo maupun di Stadion Kanjuruhan. Mudah – mudahan dengan regulasi balap motor yang semakin kompetitif itu Kejurnas Motoprix kedepan akan lebih jauh semarak dari tahun 2018 ini “ lanjut Bambang pada OZ. Semangat ketum IMI Jatim tersebut terindikasi dengan tercatat 250 lebih starter di 15 kelas yang dilombakan. Di beberapa kelas tambahan (Supporting Class) , masih bisa mewadahi kelas Sport komunitas s/d 250 cc, yakni kelas yang dikhususkan para komunitas motor sport Fairing dan naked. Begitu pula kelas motor 2 tak standart, matic wanita, Supermoto dan Mini GP yang terbagi di dua kelas kelompok umur. Kelas – kelas tambahan ini memang di setiap daerah penyelenggara Kejurnas Motoprix memang tidak sama . Namun masih menampung kelas – kelas yang masih ramai diminati para pebalap utamanya Jatim.

kelas MINI GP semakin semarak di Jatim

Prestasi pebalap Jawatimur di Kejurnas Motoprix tahun 2018 ini masih dibilang belum memuaskan. Baik di Seeded maupun di pemula A dan pemula B. Ini karena para pebalap asli Jatim dilihat dari standing poin region 2 Jawa masih dibawah pebalap provinsi lain. “ Kita di Jatim masih bangga dengan pebalap asli Jatim dan Tim balap asli Jatim. Kita lihat tahun depan dimana beberapa pebalap Jatim naik jenjang Seeded, yang dipastikan bakal lebih seru ditambah bergabungnya beberapa region jadi satu jauh akan ramai “ jelas Haris Barata selaku C.O.C.

Kelas Matic wanita open
Jeany Harmono jawara supermoto 250 cc

Dalam hasil lomba kemarin, akhirnya tim balap dan pebalap terbaik saja yang berhak naik podium di sirkuit Gelora Bung Tomo. Dengan semangat kerja keras dari tim dan persaingan pebalap yang ketat, akhirnya merk Pabrikan Honda berjaya di Grand Final Kejurnas Motoprix ini dengan dukungan kerja keras tim balap serta skil pebalap yang prima mampu taklukkan sirkuit Gelora Bung Tomo dengan persingkat waktu di kisaran 45 detik per lapnya. “ Sementara ini IRC masih dibawah prestasi kompetitor, harapan kedepan di tim balap yang di dukung IRC jauh lebih baik dengan riset – riset mesin balapnya “ bilang Yanto IRC yang support penuh beberapa tim balap Jatim.
Semoga saja ..

Bambang Haribowo bersama Podium Supermoto

Penulis dan Foto DIKi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses