
OtomotifZone.com-Tasikmalaya. Sempat terombang ambing gak jelasnya jadwal Kejurnas GTX membuat panitia Norifumi JMR Segitiga Baja harus berfikir keras mengatur ulang jadwal yang sudah semakin padat, pembalap dan team pun kebingungan karena harus pergi ke mana. Padahal panitia sudah membuangĀ uang untuk sewa sirkuit, tiba-tiba Kejurnas nyodok waktunya dan setelah seri ini pindah tanggal ternyata eh ternyata tanggal Kejurnas GTX malah gak gak jadi ditanggal tersebut..
Namun berkat perjuangan keras semua pihak, akhirnya Grand Final Norifumi Segitiga Baja Open Grasstrack 2015 seri 3 berhasil digelar di sirkuit Erbehek Pageragueng Tasikmalaya, Minggu 3 Mei 2015 berhasil digelar. Event yang diikuti 402 Starter dari 180 peserta yang mengikuti 18 kelas.

Penataan sirkuit yang sangat memanjakan peserta ini memang lain dari kebiasaan yang harusĀ berpanas-panasan karena tendanya langsung berhadapan dengan sinar matahari, namun panitia sudah menyediakan paddock permanen dengan ukuran lebar 15 meter dan panjang 100 meter dimana sirkuitnya sendiri mempunyai panjang lintasan 1.020 meter dengan variasi lebar lintasan 6 sampai 8 meter.
Dalam kesempatan seri terakhir ini, panitia juga sukses menyerahkan 5 unit motor untuk para juara umum di beberapa kelas penggabungan dan kelas OMR KLX. Dengan suksesnya gelaran ini kedepannya panitia sudah ancang-ancang untuk menggelar event yang jauh lebih berkualitas, baik dari sisi gelaran, hadiah dan juga faktor safety yang masih menjadi catatan penting agar pembalap dan penonton nyaman.

“Alhamdulillah gelaran ini sukses digelar, meski kami harus tekor karena jadwal kejurnas yang mengacaukan event daerah, kami yang sudah menyewa sirkuit harus gigit jari karena jadwal kejurnas seenaknya main sundul dan geser, sementara kami di daerah harus peras otak untuk mencari waktu yang pas karena jadwal yang lain juga sudah milik komunitas lain, kami jujur kecewa dengan ketidak konsistenan PP IMI mengatur Jadwal sehingga kami didaerah yang selalu dirugikan, iya kalau jadwal kami yang bentrok dengan jadwal kejurnas itu jadi, ternyata jadwalnya kan batal dan geser juga, kan menyebalkan” sungut H. Enjang dari JMR mewakili panitia yang lain.

Suksesnya gelaran diatas juga sukses juga bagi para pembalap yang mengikuti full seri dan mengantongi point tertinggi akhirnya mendapat ganjaran sepeda motor, dimana Bebeto Zivany dikelas pemula jabar dengan penggabungan kelas bebek Std pemula Jabar dan FFA Pemula Jabar meraih point tertiinggi mengalahkan Yudha madona dengan selisih 5 point, dikelas Pemula Open, Adi Ceto dari Peka Lima feat maulana 18 irt berhasil merebut 1 unit sepeda motor yang memimpin jauh dikelas bebek std open dan FFA pemula Open. Dikelas Junior pembalap Sumedang Anemato Hox’s Speed menjadi juaranya setelah mengalahkan point Azis Tirani dengan selisih hanya 5 point dari hasi penggabungan kelas Modif Junior dan FFA Junior, sementara pembalap Jawa Timur Savona Oky berhasil memboyong 2 unit sepeda motor setelah mampu mengalahkan pembalap Jabar dikelas Senior, dimana 1 unit sepeda motor diraih dari kelas 4T dan campuran senior satunya lagi diraih dikelas OMR KLX.
5 unit sepeda motor yang sudah diserahkan ke tangan pembalap, gelaran yang sudah merampungkan 3 seri ini juga menjadi cerita seru grasstracker Jawa Barat, bahwa event tarkam pun mampu memberi hadiah dan dibayar kontan setelah gelaran usai.
Penulis : Edi Batrawan |Photo :Edmol




