OtomotifZone.com-pangandaran. Awal tahun 2016 Grastrack Jabar kembali bikin gebrakan dengan menggelar event garuk tanah di MD sirkuit Cimerak, Pangandaran, Minggu 3 Januari kemaren.
Salju Motor Club, selaku club yang terdaftar di Pengprov IMI Jabar menjadi penyelenggara gelaran awal tahun harus menjadi tumbal dari ketidaktegasan regulator untuk mengatur dan menindak event sejenis tanpa rekomendasi dari organisasi yang menaunginya.

Bayangkan, harapan besar yang ada dibenak Ayi Rosidin selaku ketua club dan juga promotor gelaran ini harus tunduk lesu, kesal, geram menahan amarah dan harus menyalahkan siapa, event yang digelar dirinya jelas-jelas sesuai prosedur dengan membuat rekomendasi gelaran event harus kalah dan tidak diminati pembalap Jabar.

Bayangkan, event yang digelar tahunan ini hanya didatangi 105 starter dari 10 kelas yang dilombakan, sementara di Kabupaten yang sama, Pangandaran, tepatnya di jadikarya Kecamatan Langkaplancar, event dengan titel “grasstrack awal tahun 2016 Patpan Indrah grasstrack di sirkuit Patapan Indah, event yang digelar tanpa rekom IMI Jabar didatangi lebih dari 285 starter, bahkan pembalap senior Jawa Barat juga hadir dan menenangi gelaran tersebut, dimana panitia lokal menyediakan hadiah 2 unit motor.

Event liar yang menurut promotor gelaran disebut latihan bersama ini juga digelar di wilayah Buana Puri Majalengka juga diatas 25o starter, begitupun juga event lokalan yang digelar di bibir pantai Sayang heulang Santolo, Kabupaten Garut, 97 starter meramaikan acara grasstrack awal tahun, apalagi, malam sabtunya para peserta dan team disuguhin gelaran dangdutan.
Sangat tragis tentunya, Salju Motor Club selaku penyelenggara gelaran menyatakan kecewa berat,“kami sungguh sangat kecewa berat, kami sudah melaksanakan prosedur dengan benar dan meminta rekomendasi dari pengprov IMI Jabar, tapi kenyataanya, pengprov melakukan pembiaran dan tidak melakukan tindakan apapun terhadap maraknye gelaran lokalan, saya sangat kecewa”, ketus Ayi Rosidin, promotor gelaran.

Kekecawaan sang penyelenggara rupanya sudah didengar dan ditindaklanjuti oleh Pengprov IMI Jabar, ” kami sudah melakukan semaksimal mungkin dengan kontak polres dan polsek setempa, namun kenyataannya gelaran tetap jalan, kami juga sudah mengundang para tokoh Gtx dan pelaku gelaran untuk dengar pendapat, khususnya oranga-orang yang sering menggelar event liar, dan kami sudah tidak jarang memberi peringatan ke pembalap jangan ikut event balap yang tanda ada rekom IMI Jabar”, papar Iwa Kusnindar, kabiro Gtx Pengprov IMI Jabar.

padahal UU sudah jelas, tinggal siapa yang berani dan tegas pasti semuanya akan teratasi, pendekatan simultan dari bidang organisasi juga seringnya turun kebawah mendengarkan aspirasi dibawah, jangan sungkan dan meras cape, butuh perjuangan keras demi majunya grasstrack Jawa Barat.
Semangaaaaat….
Penulis : Edi Batrawan | Photo : dok





hidup balap liarr.kami yang suka ngdain event resmi terkapar
hidup penonton. saya menonton yang di sayangheulang