OtomotifZone.com-Bandung. Tidak bisa dipungkiri kenyataan yang merebak belakangan ini, pergeseran nilai arti sebuah bobot jauh lebih kalah pamor ketika sebuah gelaran lebih memanjakan hadiah gede jauh lebih dipilih pembalap meski event lain mempunyai bobot yang jauh lebih tinggi.
Bukti kongkrit terlihat dari gelaran yang ada di lingkungan Pengprov IMI Jabar minggu ini, event grasstrack yang mengikuti prosedur dengan mendapat ijin rekomendasi malah tidak ada pembalap unggulan yang hadir dievent yang digelar di sirkuit MD Cimerak, Pangandaran, malah sebaliknya, sebagian besar pembalap senior Jabar lebih memilih event tak resmi, liaran, lokalan atau latihan bersama berhadiah yang hanya berbatasan beda kecamatan saja, sama-sama diwilayah Kabupaten Pangandaran.

Event tak resmi lebih memanjakan pembalap dengan iming-iming hadiah sepeda motor untuk senior dan 1 unit motor lagi untuk kelas dibawahnya, itu menjadi magnet gelaran, meski pembalap juga sangat tahu aturan dan larangan, namun uang dan kangtaw yang mereka kejar, gelar sudah tidak begitu dihiraukan, apalagi kalau dilihat bagi mereka bukan event yang kelasnya diatas.
Fenomena ini sudah berakar kuat di Jawa Barat marak sejak 2014 hingga 2015, bahkan awal tahun 2016 sudah dinodai dengan gelaran bukan hanya 3 event lokal, ternyata info terbaru yang OZ dapatkan, bahwa grasstrack liar juga digelar Minggu kemaren (3/1) di wilayah Karawang Jawa Barat.

Sebuah lampu merah dan SOS untuk grasstrack Jabar, selama regulator tidak tegas dan tidak bertindak, diyakini banyak promotor balik badan dan mending bikin event lokalan tanpa rekom tetap saja tidak ada sangsi, apalagi sudah sudah jelas, ada promotor lokalan yang menantang dengan terbuka kepada Pengprov, silahkan bawa saya ke polisi, saya tidak takut”, itu adalah bentuk tantangan yang sangat merendahkan Pengprov jika tidak segera ditindaklanjuti.
Memang tidak semua pembalap seperti itu, tapi kalau regulator melakukan pembiaran, lambat laun perlawanan terhadap kemapanan akan berlangsung secara sendirinya.
Mari sama-sama berfikir jernih dan saling membuka diri untuk diskusi, cari formula yang tujuanya sama-sama ingin membangun dunia otomotif secara legal.
penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan




