BerandaRacing Roda 2GrasstrackGrasstrack Liar Jabar Never Die, Man

Grasstrack Liar Jabar Never Die, Man

grasstrack liar di wilayah Majalengka
grasstrack liar di wilayah Majalengka

OtomotifZone.com-Bandung. Mungkin judul diatas terkesan mengada-ada dan ada yang berprasangka itu sebuah provokasi, namun itulah kenyataan yang terjadi setip minggu  dilapangan dikantong-kantong basis garuk tanah yang berada di Jawa Barat.

Sumedang, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar adalah salah satu kantong potensial penyelenggaraan grasstrack yang menghidupkan roda otomotif Jawa Barat dikancah offtrack dan banyak terciptalah bibit-bibit baru balap non aspal yang tiap gelaran selalu ramai sangat.

Ramainya penyelenggaraan event GTX Jabar justru semakin ramai dengan maraknya gelaran sejenis dengan nama event latihan bersama, balapan lokalan atau balap liar tanpa rekomendasi Pengprov IMI setempat justru semakin ramai dan digelar justru tiap minggu.

Awal tahun 2015 saja event balap liar versi Pengprov dan balap lokal dan latihan bersama versi promotor lokal dan pembalap sudah terjadi 3 kali sepanjang bulan Januari ini dan berlangsung di 2 wilayah Korwil Majalengka dan Wilayah Sumedang. Event ini akan terus berlangsung hingga akhir tahun kalau Pengprov sebagai regulator tidak melalukan pendekatan persuasif dan sosialisasi dan kemudian melalukan tindakan tegas sesuai perundang-undangang yang berlaku saat ini.

Lamban dan kurangnya pendekatan yang tepat yang dilakukannya membuat para promotor lokal semakin berani dan semakin menyegajakan diri hingga Pengprov datang dan menegornya baru mereka mungkin akan merasa diaku, bahasa apapun yang keluar dari para promotor dan pembalap juga bisa jadi merupakan puncak gunung es yang selama ini dipendam hingga akhirnya mereka secara terang-terangan melawan aturan yang sudah ada, karena secara aturan mereka juga sudah tahu aturan dan larangan, karena club penyelenggara juga merupakan club yang pernah terdaftar dipengprov IMI Jabar.

3 Minggu berturut-turut OZ mengikuti balap liar yang digelar di wilayah Wado Sumedang dan Gagaraji Malajengka mereka punya bahasa yang sama, intinya kepentingan dan keinginan promotor dan Pengprov yang selalu berseberangan tidak pernah ada titik temu yang akhirnya terjadi event liaran secara terus menerus hingga minggu kemaren, ini baru awal bulan diawal tahun lhooo….dan minggu depan akan digelar event yang sama yang lokasinya tidak jauh berbeda dengan event ke 3 dan event minggu depan justru akan mengganjar 2 hadiah sepeda motor untuk pembalap senior dan pemula…nah lhooo…..

Herman Felany Promotor Lokal yang rajin gelar event
Herman Felany Promotor Lokal yang rajin gelar event

“Saya tadi melihat ada orang IMI ambil foto event ini dan kemudian menghilang, apa maksudnya..??? kalau mau ngobrol ya datang baik-baik tidak harus kucing-kucingan seperti ini, kalau caranya begini terus ya silahkan, saya tidak takut ko” jelas Herman “Denok” Agung Laksono selaku promotor dari club Gbeer.

Ketika OZ coba pancing dengan pertanyaan sudah registrasi ulang belum clubnya di pengprov IMI Jabar, dengan senyumnya waduh belum mas. Nah boss… segera daftarkan lagi clubnya biar bisa ikut rakerprov jadi segala unek-unek dikeluarkan disitu biar didengarkan….

Pembalap pun juga menyuarakan hal yang sama sesuai kepentingan pembalap itu sendiri. Jarangnya event resmi yang hinggap diwilayah mereka juga menggugah rasa rindu mereka untuk merayu promotor untuk gelar event lokalan nan arisan bahasa mereka agar event tetap berjalan sampai ada event resmi sambil jaga fisik, skil dan setting motor. Dari segi hadiah balap lokal tidak mengenal kuota seperti balap resmi, dimana biaya pendaftaran pun sama seperti balap resmi cuma yang membedakan tentunya tanpa asuransi dan kecelakaan ditanggung pembalap..(ngeri lhooo..).

Ketidak jelasan Penjenjangan tentang klasifikasi kenaikan kelas pembalap juga menjadi keluhan pembalap, dimana batasan umur masih belum jelas, patokan penilaian naik tidaknya pembalap juga masih membingungkan para pembalap,“Saya salah satu pembalap yang masih bingung sampai sekarang ini, saya prestasi juga kurang bagus, cuma saya selalu ikut event kejurda, club event series dan kejurnas, saya dikelas pemula hanya mengenyam 1 tahun sementara umur saya masih 15 tahun dan harus naik dikelas junior, dikelas ini juga mengalami hal yang sama dan akhirnya saya bercokol dikelas Senior hingga sekarang, semoga Pengprov IMI Jabar bikin aturan yang jelas tentang batasan umur pembalap biar enak dan adil” jelas Aprian Madona pembalap senior yang OZ temui saat doi nonton balap lokalan di wilayah Situraja Sumedang Minggu lalu karena ternyata sirkuit yang dipake event tersebut adalah karya grasstracker Cimalaka Sumedang.

Apriyan Madonna pembalap Senior yang ikut nonton balap liar
Apriyan Madonna pembalap Senior yang ikut nonton balap liar

“kalau seandainya IMI Jabar akan beri sangsi kami sebagai pembalap karena ikut balap liar silahkan saja, tapi organisasi tegas dulu terhadap promotor yang gelar balap lokal, semakin kami ditekan dan kami di intimadasi, yang rugi juga pengprov sendiri, siapa yang akan mewakili Jabar di level nasional kalau semua pembalap Jabar ikut balap lokalm dijamin  habis semua karena hampir 80 persen pembalap grasstrack Jabar ikut balap lokal, grassrack lokalan tidak pernah mati” tegas serempak pembalap Jabar.

Padahal kalau promotor lokal dan club lainnya akan menggelar event sangat enak lho… banyak sirkuit lokal justru mempunyai fasilitas yang top, seperti tower pengawas, lahan luas untuk seting motor dan lahan parkir luas, kan lumayan bisa menekan biaya yang kadang memang besar yang harus dikeluarkan promotor.

Towe pengawas sangat representatif
Towe pengawas sangat representatif
tempat latihan dan setting motor sebelum race terhampar luas
tempat latihan dan setting motor sebelum race terhampar luas
fasilitas Paddock yang nyaman
fasilitas Paddock yang nyaman

Memang sangat beda pendekatan antara road race dan grasstrack, dimana fasilitas balap motor lebih banyak menggunakan fasilitas umum sementara event garuk tanah 100 persen banyak menggunakan lahan pribadi promotor atau orang tua pembalap yang memang gila balap, jadi harus punya strategi khusus menangani event liaran ini.

Tidak ada masalah yang tidak mungkin diselesaikan….banyak cara ko…….dan semua sudah dibocorkan kepada OZ saat keliling liputan balap liar 3 minggu ini….intinya semua manusia…masih bisa diajak ngobrol ko…..kalau masing-masing masih bersikeras untuk mempertahankan ego masing-masing..???? siapa berani melangkah karena benar senyumlah yang akan diraih……karena everybody happy.

Selamat berdiskusi dengan baik dan benar……dan jayalah grasstrack Jawa Barat.

Penulis : Edi Batrawan |Photo :Edi Imola

 

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot