OtomotifZone.com-Bandung. Fenomena baru dunia balap lurus terkuak sudah, meski hanya dibungkus latihan bersama adu kebut 201 Meter, namun jumlah peserta membludak, dan kordinator event hanya membatasi maksimal 750 starter saja, legeg kan? anda tahu apa itu legeg (sunda), artinya banyak gaya, dan emang menjadi gaya baru dan terbukti legeg membawa dampak positif.
Bertajuk “Laga CBS Racing” ini digelar disirkuit Semi permanen Brigif Kujang 15 kota Cimahi Jawa Barat, Sabtu 25 Juli 2026 kemaren, event pamungkas dan ternyata sudah menginjak 3 putaran ini memang hanya membuka 5 kelas saja, mulai kela Bracket 9 detik, 95, 10, 10,5 dan kelas Sunmori 130 cc ini tembus 750 starter.
Dan ternyata starter “hanya dibatasi” maksimal 750 saja, itu diungkapan camat bukan karena jalur prestasi ASN tapi camat racing asal Cibodas Cimahi yang punya mimpi untuk memboyong aksi liaran jalan raya yang mengganggu ketertiban umum menjadi ajang latihan berbasis kompetisi versi latber.

“Awalnya kami lahir dari liatan dijalan raya, iseng seting bore up motor, terus kita tes dijalan raya, tapi lama kelamaan kami berpikir, apa yang kami lakukan tidak bagus untuk diri sendiri dan pengguna jalan raya lainnya, itu yang akhirnya saya menggandeng teman-teman mekanik dari beberapa bengkel untuk duduk bersama, diskusi dan mencari solusi terbaik, alhamdulillah repsons positif dari teman-teman bengkel, kami buat grup dan lahirnya event latber tersebut”, papar Camat swasta tanpa pangkat dan Jabatan resmi di pemerintahan, Rahmat Abdul Aziz nama asli camat swasta ini.

Camat swasta alias Rahmat sang penggagas
Jangan anggap remeh latber, title sih latihan, tapi juaranya diganjar hadiah gede lho, juaraa 1 diganjar hadiah 10 juta rupiah untuk kelas bracket 9 dan 9,5 detik, sementara juara 1 kelas bracket 10 dan 10,5 detik diberi kangtaw 3 juta rupiah, apa gak ramai tuh peserta.
Peserta lebih dihargai, dan harus diakui, pembalap tidak mencari prestasi semata, tapi merasa dihargai oleh penyelenggara, pendaftaran murah hadiah mewah, sapa yang tidak mau.. ya kan ya kan.
Makanya penyelenggara kalau pingin untung jangan pelit ke peserta. setuju ga…
