OtomotifZone.com-Bandung Barat. Trauma atas kegagalan yang terpendam selama kurang lebih 9 tahun lamanya menjadi pelecut untuk mmebuat gelaran lebih sukses dan tidak terluang lagi dari kegagalan tahun 2007 akhirnya terbukti.
Gunung Halu Racing Person club atau disingkat GRP club selaku penyelenggara sudah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum gelaran ini diadakan, jauh sebelum bulan ramadhan datang, panitia sudah memberi informasi kepada komunitas grasstrack Jabar tentang kegiatan ini.
Event yang digelar di sirkuit Bukit Asri 20 Rongga, kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat ini diikuti lebih dari 250 starter yang terbagi dalam 16 kelas, meski digelar jauh dari keramaian dan digempur 3 event balap liar dan 1 balap resmi di wilayah Ciamis, namun antusias para pembalap dan ribuan penonton tetap antusias hingga gelaran usai di hari Minggu, 10 Juli kemaren.

“kami menggelar event ini sebagai pembuktian, bahwa kami akan memberikan yang terbaik untuk komunitas grasstrack, trauma akan kegagalan penyelenggaraan event serupa tahun 2007 merupakan kejadian yang membuat kami merasa malu dan bersalah, makanya event ini kami gelar untuk membalas kesalahan dan sekaligus membuktikan bahwa kami bisa berbuat lebih baik demi majunya grasstrack, apalagi animo pembalap lokal Gunung Halu, Cililin dan sekitarnya cukup tinggi, sayang kalau kehadiran mereka tidak diakomodir, tentunya kegiatan ini juga ikut membantu memberantas kegiatan balap liar”, papar H.Engkus Kaspul Anwar atau lebih dikenal dengan panggilan Sambas.

Suksesnya gelaran ini juga diamini oleh Wawan “Van Haw” Setiawan juri lomba Pengprov IMI Jabar, “meski ada event resmi serupa di wilayah Ciamis, gelaran GRP ini cukup sukses, peserta juga banyak, cuma kedepannya panitia juga harus membenahi beberapa hal yang sangat penting, terutama layout sirkuit dari start ke tikungan pertama sangat berbahaya bagi para pembalap”.
Kondisi sirkuit juga dikomentari beberapa pembalap Senior Jabar, “sirkuit ini asyik untuk geber motor, street panjang, namun kedepannya harus ditambah street setelah start, tikungan mati di R1 sangat berbahaya, disamping kurang lebarnya lintasan dan harus ditambahin handycapnya biar lebih seru”, harap Chikal Faizal, diamini Miko Januar dan Irsan Tikno, yang berhasil membawa pulang 1 unit motor.
Kegagalan akan gelaran ini sebetulnya akan terjadi kembali setelah ijin dari pihak kepolisian tak kunjung beres, namun berkat kesigapan penyelenggara dan ketegasan Juri membuat semuanya happy ending.
Selamat dan teruskan, jangan patah semangat.
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan




