OtomotifZone.com-Sentul. Meski secara overall hanya menempati posisi 4 besar Gearbox Executive RMC Indonesia 2016, namun kehadirannya cukup memberi warna baru kelas Gearbox ajang tersebut.
Meski baru turun di 2 seri pamungkas, pembalap Hard Racing ini mampu memberi perlawanan dan pembelajaran kepada para pembalap muda yang lebih banyak masih dihuni para mahasiswa dari berbagai civitas akademika di Jakarta, Jabar dan Jatim.
Round 3 yang digelar Sabtu (27/8) Handi Hardja sudah memberi pelajaran berharga kepada pembalap muda, meski mengalami 2 kali trouble engine, namun dengan kesabaran dan ketelatenannya akhirnya mampu menghidupkan kembali gokartnya meski sebelumnya sudah meninggalkan jauh lawannya dan harus rela di overtake kembali, namun berkat perjuangan kerasnya akhirnya mampu finish diurutan pertama, sementara 10 pegokart lainnya gagal finish karena hal yang sama namun mudah menyerah.

Begitupun di Round 4 yang digelar Minggu (28/8), ayah Prassetyo Hardja ini kembali menunjukan semangat juang meski usia sudah diatas kepala 5, sementara lawan yang dihadapi masih separuh usia dirinya. Menjadi juara 2 adalah hasil maksimal yang diraihnya, dapur pacu kembali menjadi hambatan, namun perjuangannya memberikan contoh agar apapun yang terjadi, pembalap jangan mudah menyerah dan pasrah.
Kehadiran Ucin (TKM) juga menambah angin segar kelas Gearbox, namun sayang, karena mengalami crash dan lepasnya bumper belakang, Ucin cah Solo asli ini harus pasrah menerima hukuman karena tidak mengidahkan peringatan dari petugas marshall, seandainya bumper tidak lepas, podium 3 akan diraihnya, namun overall, Husin AlHabsyi menempati posisi 2 RMC Indonesia.
Gearbox akan terus ramai dan meramaikan event karting Indonesia, namun sangat membutuhkan uluran tangan para team besar untuk support kelangsungannya, karena hampir sebagian besar pembalap mahasiswa masih banyak mengandalkan chassis, spare part dan ban bekas, namun semangat juangnya patut kita beri 4 jempol.
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan




