OtomotifZone.com – Subang, Balapan kelas Matic 150 TU di Kejurnas Motoprix Region B putaran 3 (20/7) di Sirkuit Gery Mang Subang, Jawa Barat berubah jadi ajang bertahan hidup. Dari 12 pebalap yang memulai lomba, hanya 3 yang berhasil menyentuh garis finis!
Satu per satu pebalap harus menghentikan balapan, mayoritas karena masalah teknis pada motor—mulai dari overheat, kehilangan tenaga, hingga mogok total. Tapi di tengah kekacauan itu, nama Asep PEA justru bersinar terang. Tanpa disangka, pebalap ini sukses menyelesaikan balapan dengan gemilang dan naik ke podium tertinggi.

“Saya tidak menyangka bisa juara. Tapi tetap disyukuri saja hasil yang didapat. Kalau bicara motor, ya motor saya tahan sampai finish,” ujar Asep PEA kepada OtomotifZone.com dengan senyum penuh lega.
Kemenangan Asep bukan soal kecepatan semata, tapi juga soal daya tahan dan konsistensi. Saat lawan-lawan bertumbangan, Asep tetap tenang dan fokus menjaga ritme—mengandalkan motor yang stabil dan tidak dipaksakan terlalu keras.
Balapan ini jadi pengingat bahwa di kelas 150 TU yang penuh tenaga dan tekanan, daya tahan motor dan strategi balap tak kalah penting dari kecepatan. Dan hari itu, Asep PEA membuktikannya.

