OtomotifZone.com-Malaysia. Sejak Asia Max Challenge 2016 bergulir di Malaysia, Senna SN tetap mempertahankan podium teratas tanpa cela sedikitpun, terbukti seri AMC round 3 yang digelar di Elite speedway Karting Circuit Malaysia, Minggu kemaren 91/5), Senna SN dengan segala keterbatasan dan kekurangan Gokart yang alami saat qualifying hingga race, dibuktikan dengan prestasi terbaiknya.
Perjalanan panjang hingga tetap menjadi juara di kelas DD2 Asia kemaren, adalah perjuangan yang dialaminya saat Senna turun diajang RMC Indonesia round 1 Sentul pertengahan bulan April lalu, meski dengan performa engine dan chassis yang tidak begitu sempurna, apalagi perbedaaan waktu yang kalah jauh dibanding posisi keduanya, sudah membuktikan dirinya pantas dan layak menjadi inspirator pegokart lainnya, bagaimana cara menaklukkan tunggangganya ketika bermasalah.

Hasil mengecewakan dengan menempati urutan buncit hasil qualifying dan start bontot saat heat, dibuktikan dengan kualitas dan skill balap mahasiswa Binus Jakarta ini tetap tampil prima dan penuh ketenangan dan konsistensi tinggi. Determinasi super strong membuat pegokart-pegokart Asia lainnya tak mampu membendung gempuran overtake pegokart Riser Shadaff saat heat hingga final.
Justru perjuangan dramatis ketika dirinya meraih posisi 5 dan 4 saat heat, sementara dia harus berjuang keras dengan start paling belakang, tapi akhirnya dibuktikan dengan finish terbaik. adalah sebuah perjuangan keras yang patut diapresiasi oleh komunitas, betapa gigih dan ngototnya saat race berlangsung.

Kegigihan dan skill tinggi yang dimilikinya kembali dibuktikan saat final, waktu terbaik Senna hanya 45,076 tapi mampu menjadi yang terdepan hingga bendera finish dikibarkan, sementara, pegokart India, Nayan Chatterjee dengan waktu jauh lebih baik 44,933 akhirnya hanya puas menempati urutan 2. Padahal Senna sudah merasakan ada yang aneh pada joknya, dan terbukti, apa bagian chasis yang patah membuat saat diajak manuver seperto goyang itik, tapi itulah Senna.

Rupanya permainan defens ciamik super blocking ala Senna, membuat geram sang runner up dan team untuk melayangkan protes karena dianggap jump start, namun, setelah menyaksikan laporan marshall, steward dan hasil video dinyatakan clear membuat Senna berhak menyandang juara DD2 tiga seri tak terkalahkan tahun ini.
Dengan kemenangan diseri 3, harapan besar untuk mempertahankan juara 3 kali berturut-turut dikelas DD2 Asia semakin terbuka lebar.
Selamat super smart.
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan




