OtomotifZone.com-Malang.Sempat bertanya-tanya mungkinkah grasstrack bisa memakai injeksi. Mengingat betapa susahnya mencari throtle body racing yang bisa menggertak mesin bagai sistem karburator. Pernah 2015 lalu Bebek Modifikasi memakai injeksi dari Jogja. Mencari kelemahan lembek di putaran awal syaratnya itu tadi mengganti throtle body yang pas. Sayang proyek Bebek Modifikasi injeksi itu sekarang libur dulu. Sparepart mahal tentang pengapian dan ECU_nya..
Seri 4 IRC Powertrack Indonesian Dirtbike Championship sirkuit Paramount, Batu, Malang 4 November kemarin muncul peserta dari kelas Motocross ikut di starting Kelas Sport Trail Open memakai Honda Megapro di bagian pengkabutan sudah pakai injeksi. Motor itu di gas Yosua Pattipi dari team Emana West Papua.
Bongkar informasi. Motor ini milik Aries Putra Kediri garapan Wisnu Dewantoro dari Wisnu Auto Racing (WAR Malang) tak lain mekanik Yosua Pattipi sendiri di Motocross. Dari Aries Putra sebenarnya sudah di korek balap. Namun di kirim ke WAR minta di sempurnakan dan coba-coba bisa di tes balap beneran pas kebetulan ada Yosua Pattipi yang mau ngegas.
Kembali ke kata bongkar.. Motornya apa aja perubahannya buat balap. Melihat bentuk injeksinya nggak mulus. Pokok ulasan kita di sini nih….
“Throtle body saya bikin sendiri di Malang. Mal dari injektor Honda Verza. Dari body lubang throtle berjumlah 6. Cuma ECU saya pakai merk Avitech yang biasa di pakai Honda Wafe di Thailand,” kata Om Wisnu memberikan info awal tentang motor yang baru dua kali di pakai balap ini.

Injeksi yang lalu-lalu lemot buat gas dadakan. Yang ini bedanya bisa spontan. Rahasianya? ” Injektor, noselnya plus mapping ECU pada ketepatan saat semprotan bahan bakar pengaruh sekali. Harus teliti, di set pas antara masuknya bbm dengan kinerja pembakaran. Dial dan setting sektor putaran mesin turut berperan,” kelanjutan Om War berikan rahasia kenapa motor ini bisa di gas spontan.

Soal jeroan mesin lebih banyak seputar head saja. “Rasio bawaan motor. Ubahan banyak di ruang bakar saja. Seperti piston pakai LHK oversize 70. Klep aftermarket ukuran in 31,5 ex 28. Termasuk temlar juga aftermarket.” jelas Om War.
Bentuk Mega Pro Mono ini full set pakai CRF250 baik body dan kaki-kaki. Cuma rangka saja yang modifikasi lokal.
Walau balapan kemarin pada moto 1 sempat Yosua Pattipi udah bilang oke. “Karena masalah starter tangan sedikit error. Mesinnya udah SIP!!” kata Cua (Yosua Pattipi). Dadakan sih, coba kalau udah pakai dua mingguan. Hehehe…

Wisnu Auto Racing – WAR Malang (081334385031)
Jl. Mahakam, 72 Malang.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid




