OtomotifZone.com – Aceh. Komunitas Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Aceh kembali kedatangan tamu ke daerahnya. Sepanjang tahun 2016 ini saja cukup banyak rombongan bikers yang memilih tujuan touring ke Negeri Serambi Mekah tersebut.
Yang terakhir dijamu IMBI Aceh adalah tamu dari Riders Asociation of Triumph Malaysia. Dipimpin langsung leader Datok Ari Razak dan event organizer Bigboy Adventure dibawah pimpinan encik Safik, rider dari negeri Jiran tersebut cukup puas melakukan touring ke wilayah di ujung pulau Sumatera.
Mereka melakukan perjalanan touring wisata mengunjungi objek yang telah ditentukan. Semuanya ada 11 unit moge yang terdiri dari Triumph Explorer dan BMW GS1200, serta satu unit KTM 690 yang ditemani 2 rider dari Medan dan 3 orang crew serta 2 orang fotografer.

“Moge-moge itu didatangkan langsung dari Kuala Lumpur Malaysia melalui jalur laut ke pelabuhan Belawan Medan.
Rombongan mulai start perjalanan dari kota Medan hari Senin 8 Agustus 2016,” jelas Ir Iskandar Hadipriatna, Ketua IMBI Aceh yang selalu menyambut antusias rombongan bikers ke Tanah Rencong Aceh.
Rute yang dilewati memutar dari wilayah timur ke barat. Dari Medan lewat Lhokseumawe – Bireun lalu istirahat di Banda Aceh. “Setelah itu lanjut ke Meulaboh – Subulussalam – Sidikalang – Danau Toba – Samosir – Brastagi dan kembali lagi ke Medan,” beber Zulfadhli, Humas IMBI Aceh.
“Mereka betul-betul menikmati perjalanan menuju Banda Aceh dan tak mau buru-buru. Terbukti baru pada tanggal 10 Agustus mereka tiba di Banda Aceh,” puas Iskandar yang biasa disapa Nando didampingi anggota IMBI lainnya. Rombongan langsung dijamu makan siang serta menikmati kopi Arabica Gayo di rumah Ketua IMBI Aceh di daerah Ateuk Jawo, Banda Aceh.
Setelah rehat sejenak perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa situs wisata tsunami yang ada di kota Banda Aceh ditemani dan dikawal langsung Zulfadhli. “Mereka menyampaikan apresiasi luar biasa atas hospitality keramahan tamahan IMBI Aceh selaku tuan rumah dalam menyambut mereka, dan itu tidak mereka rasakan dalam perjalanan turing di tempat lain,” ungkap Fadhli.
“Selain itu mereka juga menyampaikan bahwa makanan di Aceh itu enak-enak dan suasananya membuat mereka ingin kembali lagi. Bahkan datok Ari Razak mengatakan seandainya jarak kita berdekatan dan ada jembatan yang menghubungkan Aceh dan Malaysia, dia dan keluarganya akan datang ke Aceh setiap saat,” sebut Fadhli menyampaikan rasa puas rombongan dari negara jiran tersebut.
Mereka ke Aceh sangat menyukai kondisi jalanan, iklim, makanan serta kopi. Padahal telah pernah touring ke Thailand, Vietnam, Kamboja, Sabah, Serawak. “Kata mereka yang terbaik tetap Aceh,” bangga Nando.
Penulis: Noverry Darwin |Â Foto: Yamasaki Maxzy




