OtomotifZone.com – Banten. Fandi Pendo bikin geger di INDODRAG 2019 yang berlangsung (15/12) di Sirkuit NP PEMDA Tigaraksa, Banten. Pebalap asal Semarang ini mencuri uang 10 Juta dari tangan Ilham Unyil.
Kalian jangan berburuk sangka dulu. Jadi Fandi Pendol mampu menjadi pebalap tercepat di menit menit akhir kelas Super MATIC 200 CC. Pebalap bertubuh jangkung ini sungguh tega. Ilham Unyil yang sudah menjadi yang tercepat dan berkesempatan meraih hadiah 10 juta harus digagalkan oleh Fandi Pendol.
Juara kelas Matic 200 CC TU Open memang dibandrol 10 juta rupiah oleh panitia. Awalnya Ayip Rosidi mampu menjadi pebalap tercepat. Semua prediksi bahwa dialah yang akan menggondol uang 10 juta. Pasalnya sejak latihan bebas pebalap senior ini mampu tampil memukau dengan raihan waktu 7.3 detik.
Tapi apa disangka pada race Ayip hanya tembus waktu 7.448 detik. Raihan waktu ini langsung dihantam oleh Ilham Unyil yang tembus waktu 7.433 detik. Catatan waktu ini dipegang Ilham cukup lama. Dan pada akhirnya pebalap terakhir Fandi Pendol start. Dan semua tercengan waktu 7.419 mampu ditembus rider Semarang ini sekaligus mematahkan harapan Ilham.

” Saya bersyukur dari raihan waktu yang saya dapat mas. Meski motor saya sempat alami masalah mas pada sebelumnya. Tapi saya bisa meraih hasil maksimal di kelas ini. Pada balapan ini gaya balap saya harus dirubah karena ban yang digunakan bukan ban yang biasa dipakai mas. Motornya lebih dibuat lembut mas saat buka bukaannya,” ujar Fandi Pendol langsung ditemui OtomotifZone.com.
Permasalah memang sebelumnya didapat oleh mesin Yamaha MIO yang disulap dengan kapasitas mesin 200 cc tunggangan Fandi Pendol. Motor milik Mas Agus Moons ini alami rontok pada rasio. Yang membuat motor ini tidak bisa jalan saat itu. Namun berkat kesigapan mekanik motor ini bisa kembali beraksi dan malah bisa gondol uang 10 juta.

” Tadi motor ini hancur rasionya mas setelah dipakai main di kelas pemula. Gundul mas rasionya alias rontok. Tapi saya lansgung buru buru pinjam rasio. Akhirnya dapat Rasio punya Wahana saya pinjam meski tidak sama mas rasionya. Kan mulanya rasionya 40-14 rontok diganti jadi 41 -14 mas,” tutup mekanik yang mengurus mesin milik Mas Agus kala itu.
Gila dikasih Rasio yang bukan hitungannya malah bisa tembus waktu tercepat. Lalu kalau dikasih rasio hitungannya berapa timenya ya? Kita tunggu saja gebrakan dari mesin tersebut. Dan pantengin terus beritanya hanya di OtomotifZone.com

