
OtomotifZone,com-jakarta. Bila ada pertanyaan siapa saja sih orang-orang yang telah berjasa dalam sejarah perkembangan olahraga gokart di tanah air? Beragam nama akan bermunculan, dan salah satunya adalah Irawan Soepardjo alias Iwan Semut Ireng atau yang akrab disapa Om Iwan.
Pria sederhana kelahiran Surabaya 14 Januari 1953 ini telah mengalami pasang surutnya dunia perkembangan olahraga gokart 3 generasi, sejak menjadi pembalap, turun sebagai mekanik, memiliki racing team hingga profesinya yang terakhir saat ini sebagai pelatih bagi para pembalap baru.
Keterlibatan Om Iwan didunia gokart diawali ketika turun balap di kelas gearbox pada penghujung 1979. Uang tabungannya dari hasil bekerja di Shell Company Indonesia dijadikan bekal untuk merakit sendiri chassis balapnya. Pada saat itu, kelas bergengsi adalah balap dengan menggunakan mesin SKE (Super Kart Engine). Bila ingin membalap dengan mesin SKE yang merupakan balapan “mewah” ini, Om Iwan bergabung dengan Team Nugra Santana milik Adiguna Sutowo pada masa itu.

Nama-nama para legenda balap seperti Benk Suswanto, Adiguna Sutowo, Ricardo Gelael, Tony Sudarsono, Tony Darmawan, Maher Algadri, Hendra Angkasa, Dan Sinyo Haryanto adalah lawan-lawan tangguh Om Iwan ketika itu. Prestasi yang berkesan bagi Om Iwan adalah saat ikut dikelas FFA (Free For All), lintasan Jl. Tanjung Perak Surabaya yang sedang basah karena hujan turut menjadi saksi ketangguhan Om Iwan, walaupun hanya meraih posisi runner up, namun Om Iwan cukup bangga karena menjadi satu-satunya pembalap gearbox yang mampu bersaing dengan pembalap bermesin SKE.
Seiiring perjalanan waktu, kini Om Iwan mulai membatasi aktifitas beratnya, terlebih semenjak sang legenda yang hobi santap durian ini divonis menderita kanker pangkreas stadium 3B pada tahun 2007 lalu. Namun kecintaannya pada dunia balap gokart tidak serta merta luntur. Pilihan mendirikan racing team pun terwujud dengan label Semut Ireng Racing Team. Seiring perjalanan waktu kemudian bekerja sama dengan Humpuss Kart Series (HKS) milik Tommy Soeharto pada tahun 2010, disitulah babak baru Om Iwan memulai merambah didunia kepelatihannya.
Menjaring bibit-bibit muda, mendidiknya hingga siap berkarier balap Profesional. Seri-seri HKS sukses digelar pada tahun 2011 hingga 2013. Tidak sedikit alumni HKS yang nota bene hasil didikan Om Iwan yang kini berprestasi di pentas gokart nasional dan internasional. Diantaranya adalah Dvid Juliano Sitanala, Akmal Ashibli, Aly, Ibeck, Irsyad albana, kezia Santoso, Keanon Santoso dan masih banyak yang lainnya.

“Gokart adalah olahraga balap yang sangat memerlukan pengorbanan. Pengorbanan dana yang tidak sedikit, pengorbanan waktu untuk berlatih, pengorbanan untuk tidak berkumpul dengan keluarga, teman-teman dan sahabat karena perhatian sepenuhnya hanya pada lintasan gokart, sekali kita terjun ke dalamnya, konsentrasi dan focus sangat dibutuhkan saat berlatih dan balapan,” ujar pria yang tengah menulis buku berjudul “Perjuangan Iwan Semut Ireng Melawan Cancer Pangkreas” ini.
Dengan senyum renyahnya ketika berseloroh, ditahun 2015 ini, Om Iwan berencana untuk tetap focus melatih anak-anak usia 6 tahun ke atas yang mencintai olahraga ini hingga kelak mereka akan menjadi pembalap professional. Baginya, “tak perlu harus ada garis keturunan untuk menjadi seorang pembalap namun dengan serius berlatih siapapun bisa menjadi pembalap yang handal”.
Itulah sepenggal catatan kehidupan seorang Iwan Semut Ireng Kakek murah senyum yang lebih senang merenung dibalik Kontainer Sentul , sejak usia muda sudah mendedikasikan hidupnya untuk dunia balap gokart ditengah perjuangan dalam melawan kanker pangkreas stadium 3B yang menjeratnya. Semoga semangat Om Iwan dapat menjadi suri touladan bagi generasi gokart Indonesia saat ini.
SALAM KEHIDUPAN
Penulis : Edi Batrwan, B. Romeo | Photo : Edi Batrawan

