BerandaHeadlinePeta Kekuatan dan Persaingan Ketat Di kelas Bergengsi Junior Max

Peta Kekuatan dan Persaingan Ketat Di kelas Bergengsi Junior Max

 

Pembalap Junior Max Indonesia saat berlaga di Malaysia
Pembalap Junior Max Indonesia saat berlaga di Malaysia

OtomotifZone.com-Jakarta. Persaingan dan pertarungan ketat diprediksi akan mewarnai kelas Rotax Max Junior pada gelaran Eshark Cup Kejurnas dan RMC Indonesia sepanjang tahun 2015, apalagi berhembus kabar bahwa hanya Kampiun kelas bergengsi ini saja yang akan memperoleh jatah tiket Rotax Max Grand Final 2015 dari jalur RMC Indonesia.
Lalu bagaimanakah peta kekuatan para pembalap di kelas ABG ini? Siapakah yang akan menjadi pegokart terbaik di musim kompetisi tahun 2015 yang akan segera berlangsung? Dari sepak terjang beberapa pembalap di tahun 2014, berikut analisanya.

M Ferrel Fadhil Juara nasional Junior Max 2014
M Ferrel Fadhil Juara nasional Junior Max 2014

M. FERREL FADHIL (UI RACING TEAM).
Juara nasional 2014 ini tentu akan ngotot mempertahankan dominasinya ditahun ini, apalagi Ferrel sudah hafal betul seluk beluk Sentul International Karting Circuit tempat keseluruhan event akan digelar, ini dibuktikan Ferrel dengan mencetak best lap 48,9 detik pada RMC seri pamungkas tahun lalu. Konsistensi selama 2014 dapat dijadikan tolok ukur baginya untuk mempertahankan gelar juara nasionalnya di tahun ini.

Presley Martono pembalap Cerdik
Presley Martono pembalap Cerdik

PRESLEY MARTONO (DT RACING).
Pembalap kaya pengalaman ini di prediksi akan mampu merajai kelas bergengsi ini. Dengan skill dan kekuatan fisik yang diatas rata-rata dari pembalap lain, Presley hanya butuh mempertahankan konsistensinya untuk menuai point di semua event . Namun sayang, konsentrasi balap di Eropa akan mengakibatkan Presley absen dibeberapa event dalam negeri. Sejumlah prestasi mengagumkan sempat diraihnya tahun lalu diantaranya adalah Juara 3 Rotax International Open Zuera Spanyol dan menjadi yang tercepat dan kampiun pada WSK Final Cup yang digelar di Adria Italia.

Nabil Hutasuhut
Nabil Hutasuhut

NABIL HUTASUHUT (DAX TKM RACING).
Sempat menggebrak di awal tahun 2014 dengan menyabet juara 1 Eshark Cup seri perdana dan menduduki 3 besar pada beberapa seri AMC Asia dan RMC Indonesia sebelum akhirnya prestasinya terpuruk pada pertengahan tahun 2014. Kini, pembalap bertitel The King Of Rain ini kembali bangkit dengan menunjukkan taringnya pada sesi-sesi latihan diawal tahun 2015. Skill wet race nya yang mumpuni dipertontokan anak medan ini pada gelaran AMC Asia seri 5 Perlis Malaysia dengan berhasil finish di posisi 3 walaupun start dari posisi paling buncit.

Gezha Sudirman berbincang dengan ibunda tercinta lepas race selesai
Gezha Sudirman berbincang dengan ibunda tercinta lepas race selesai

GEZHA SUDIRMAN (DT RACING)
The Naughty Boy yang satu ini pun sempat mengalami pasang surut prestasi di tahun 2014 lalu. Performa baik dari sesi QTT dan Heat kadang harus berakhir saat memasuki tahapan Prefinal dan Final. Faktor insiden dan alasan teknis seringkali meredam ketangguhannya sendiri. Walau demikian, torehan prestasi Juara 1 AMC Asia seri 4 Sepang Malaysia bisa saja menjadi bekalnya turut meramaikan persaingan di tahun ini.

Prassetyo Hardja kuda hitam kelas junior max
Prassetyo Hardja kuda hitam kelas junior max

PRASSETYA HARJA (DT RACING).
Ketajaman pembalap berpembawaan kalem ini pun tak bisa dikesampingkan. Lolos di masa-masa adaptasi kelas Rotax Max Junior di awal hingga tengah tahun lalu, Prass langsung unjuk gigi di kwartal terakhir tahun 2014 khususnya pada seri-seri Eshark Cup. Sempat merepotkan para seniornya yang lebih dulu bergabung, akhirnya Gelar Juara Eshark Cup pun berhasil diraihnya dengan hanya menyisakan 2 point gap dari sang juara nasional. Mengawali tahun 2015 Prass dapat meyakinkan public dengan menyabet gelar juara 2 Rotax Invitational Race 2015 Sepang 2 minggu lalu walaupun dalam kondisi yang kurang fit.

Keanon Santoso selalu tenang saat balap
Keanon Santoso selalu tenang saat balap

KEANON SANTOSO (TKM RACING).
Perolehan gelar Juara 3 pada Rotax Invitation Race 2015 beberapa waktu lalu diyakini akan mendongkrak mentalnya menjalani musim balap 2015 ini. Konsentrasi dan ketenangan yang ditunjukkannya saat balap mampu meredam manuver-manuver pembalap dibelakangnya. Performa dengan perhitungan matang pun dijadikan andalannya saat Keanon meng over take rival-rivalnya. Kepercayaan diri yang semakin meningkat menjadi alasan kuatnya untuk merangsek pertarungan para pembalap dibarisan depan disamping TKM Racing teamg yang sudah semakin solid.

Agi Borneo putra daerah yang eksis di kancah nasional
Agi Borneo putra daerah yang eksis di kancah nasional

AGI BORNEO (MBG RACING TEAM).
Kehadiran pembalap bertype single fighter ini di pentas gokart nasional memang layak diperhitungkan. Walaupun konsistensinya belum sempurna, namun gebrakan-gebrakan Agi kadang mampu mengusik kenyamanan pembalap garis depan. Kesulitannya dalam mengkolaborasikan antara waktu latihan/balap dengan jadwal sekolahnya lah yang membuat Agi agak sulit meraih performa terbaiknya selama ini. Walaupun begitu Agi masih mampu menunjukkan tajinya dengan hampir selalu hadir di daftar nama peraih podium pada event-event dalam negeri.

Demikian sekelumit catatan tentang peta kekuatan para pembalap kelas Rotax Max Junior di tahun 2015 ini. Selain nama-nama yang sudah dibeberkan diatas, masih ada beberapa nama lagi yang bisa saja akan muncul ke permukaan saat balap nanti. Tengok saja Perdana Putra Minang yang desas-desusnya akan kembali membalap di negeri ini. Kemampuan dan jam terbangnya tak dapat disangsikan lagi. Kehadirannya diprediksi juga akan merepotkan para pengejar title juara ditahun ini disusul Barrichello Noor dari team Kratingdaeng Riser Shadaff Motorsport juga sudah siap mengancam posisi juara tahun ini, kemudian ada Ibeck (DAX RACING) dan Timothy Wijaya (UI RACING TEAM) serta Muhammad Harist. Tiga pembalap yang masih berpredikat newbie ini juga memiliki kemampuan yang akan menjadi ancaman pembalap yang sudah mapan. Dari hasil sesi latihan, mereka berdua telah menunjukkan good progress mereka masing-masing di kelas yang penuh pembalap berdarah muda ini.
Namun semua itu berpulang lagi kepada masing-masing pembalap. Pintu masih terbuka lebar dalam memperebutkan tangga juara. Persiapan personal yang baik serta dukungan team teknis yang maksimal akan sangat berpengaruh pada hasil akhir yang akan diperoleh. Selamat bertanding untuk para Garuda Muda, jadilah Indonesian The Best Karter 2015 Rotax Max Junior Category dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas.

Penulis : B Romeo, Edi B | Photo : Edi Batrawan

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot