BerandaRacing Roda 2Road RaceJRC 2026 Seri 1 : Ini Nich "Biang Kerok" Kencangnya 3 Underbone...

JRC 2026 Seri 1 : Ini Nich “Biang Kerok” Kencangnya 3 Underbone 2T di Superpole l

​OtomotifZone.com – SEMARANG – Seri perdana Java Race Championship (JRC) 2026 yang digelar di Sirkuit Mijen benar-benar menjadi panggung pembuktian bagi MCR Racing Part.

Fenomena menarik terjadi di kelas bergengsi Underbone 2T 130cc (UB130). Tiga motor penguasa podium Superpole ternyata punya satu kesamaan rahasia di dalam dapur pacunya yaitu Kruk As MCR Racing!

Tidak tanggung-tanggung, tiga motor dari tiga bengkel raksasa yang berbeda semuanya kompak mengandalkan komponen ini untuk melesat di barisan depan, bahkan meninggalkan gap yang cukup jauh dari rombongan pembalap di belakangnya.

​Podium Superpole kali ini diisi oleh nama-nama besar yang kualitas garapannya sudah tidak diragukan lagi, Podium pertama Motor milik tim LFN HP969 hasil racikan AB Bendol (ABRT20 Performance). ​Podium kedua Motor milik tim Ziear garapan Bima Aditya (The Stroke55). Podium 3 ada Motor milik tim SAE Racing Team sentuhan Heru Kate (Kate Montormaboer).



Ketiga mekanik “suhu” di dunia 2-tak ini memiliki selera yang sama dalam memilih kruk as untuk menjaga ritme mesin Yamaha 125Z mereka tetap prima di putaran atas maupun bawah.

​Apa yang membuat kruk as MCR begitu istimewa? Jawabannya ada pada pemilihan material khusus yang tidak sembarangan. Komponen ini lahir dari hasil riset panjang bersama para pakar mesin 2-tak tanah air yang mengerti betul karakter mesin Underbone 130cc.

​Berbeda dengan beberapa kruk as kompetisi lainnya, kruk as MCR ini tetap mempertahankan Stroke Standar dan uniknya tanpa tambahan teflon. Namun, performa yang dihasilkan justru di luar ekspektasi.
​Karakter Mesin Bawah Kuat, Atas “Ngejet”
​Kruk as ini dirancang untuk memberikan keseimbangan (balancing) yang sempurna. Efeknya sangat terasa pada karakter tenaga motor. RPM Bawah Memiliki torsi yang kuat, memudahkan pembalap keluar dari tikungan tajam Mijen dengan responsif.

Sedangkan di RPM Atas, Putaran mesin seolah tidak ada habisnya atau makin “ngejet”, memungkinkan motor mencapai top speed maksimal di trek lurus.

​Dominasi total di JRC 2026 Seri 1 ini menjadi bukti nyata bahwa kruk as MCR bukan sekadar aksesori, melainkan komponen kunci bagi tim-tim papan atas untuk mengunci posisi puncak. Apakah tren ini akan berlanjut di seri berikutnya? Kita lihat saja!

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot