OtomotifZone.com-Sentul. Awal yang kurang begitu bagus yang dijalani Muhammad Harrits diajang Rotax Max Challange 2015 seri 2 tidak menjadikan hasil yang tidak bagus pula. Sejak Qualifying hingga prefinal pegokart yang sudah makan asam garam dikelas Micro Max ini bertengger tidak jauh dari posisiĀ 8 kemundian merangsek keposisi 5 di heat 2 dan prefinal yang digelar Miinggu, 31 Mei 2015 kemaren.
Sentul International karting Circuit kembali menjadi saksi keberhasilan siswa SMP Annisa Pondok Aren Jakarta dikelas Junior Max. Keberhasilan yang didapatĀ hampir sama dengan yang diraih Akheela dikelas Micro Max dengan sesekali menyengat dan mencoba merangsek didepan namun pergulatan pembalap didepan antara M Ferrel Fadhil, Gezha Sudirman dan Barrichello membuatnya harus sabar menunggu dan menunggu.

20 lap yang dijalaninya terasa begitu lama dan menyiksa dirinya untuk terus bersabar karena tertahan oleh sengitnya persaingan pembalap didepan yang sama-sama ingin menjadi yang terbaik, karena best time milik Harrits lah sebenarnya namun karena race berjalan ketat dirinya hanya menjaga jarak aman seandainya terjadi apa-apa diaĀ masih mampu menghindar dan lepas.
Ternyata oh ternyata, kejadian itu benar adanya. Juara 1 Junior Max ajang Kejurnas Eshark Karting 2015 ini akhirnya mendapat hadiah tak ternilai setelah dibeberapa lap akhir, Gezha Sudirman memimpin didepan bersaing ketat dengan juara Nasional karting 2014 M Ferrel Fadhil terjadi insiden senggolan membuat Gezha sempat out dari lintasan disitulah putra Teguh Imanto bak mendapat durian runtuh dari kontainer,Ā begitu 2 pembalap didepannya bersenggolan dirinya melesat kabur dimana sebenarnya hanya menyisakan 1 tikungan terakhir di lap penentuan, kalaumau bersabar tidak menuntup kemungikan keduanya aman di podium 1 dan 2. kejadian ini sebenarnya mengingatkan kita seperti saat final Junior Max diajang AMC 2015 round 3 2 minggu sebelumnya antara Darriel Wenas dengan Presley Martono.

“awal saya kurang begitu maksimal om, hasil QTT saya hanya menempati posisi 8 dari 12 peserta, heat 1 juga hanya diposisi 6, heat 2 dan prefinal juga hanya berada diposisi 5, saat final saya juga berusaha push agar berada dibarisan depan, saya memanfaatkan start awal yang bagus ketika melihat 2 pegokart TKM keluar jalur disitulah saya mencoba masuk dibarisan depan, pertahanan Ferrel dan Gezha begitu ketatnya saya susah sekali menyusulnya, sempat sih saya menyusul dan berhasil diposisi depan namun tidak berlangsung lama, makanya saya tampil sabar sambil menunggu peluang, dan terbukti akhirnya saya bisa terlepas dari beban persaingan didepan dan saya mengambil celah itu dan menuntaskan hingga finish, Alhamdulillah dengan hasil ini”, bangga Harrits.

Ketatnya persaingan dilintasanpun menjalar dan menjadi ketegangan tingkat tinggi bagi crew dan orang tua yang menyaksikannya, begitu melihat kejadian ditikungan 12 dan Harrits mampu melesat sendirian sontak sang Ayahnya pun berteriak memberi semangat dan ketika bendera finish dikibarkan tanda kemenangan sontak Teguh Imanto pun sujud syukur disisi lintasan sejajar dengan garis finish.
“Syukur Alhamdulillah Harrits mampu menghindari insiden itu dan dengan leluasa bisa melajuĀ hingga bendera finish dikibarkan akhirnya menjadi juara,Ā ini buah kesabarannya setelah tertahan dengan persaingan yang didepannya, semoga keberhasilan ini menjadi bekal dirinya mengumpulkan point kedepannya”, bangga campur haru Teguh Imanto Ayahnda tercinta.

Bendera finish sama dengan pepatah klasik, sebelum janur kuning melengkung semua masih milik bersama, ini juga berlaku saat race, sebelumĀ bendera finish dikibarkan semua masih punya peluang yang sama untuk menjadi juara. eit emang siapa yang mau nikah yaaa…????
Selamat Rits…
Penulis : Edi Batrawan |Photo : Edmol

