
OtomotifZone.com-Sentul. Dunia apapun akan dikenal oleh generasi dibawahnya tidak lepas dari peran dan campur tangan generasi diatasnya. Dimulai dari cerita sana sini dan bernostalgia kadang melahirkan ide cemerlang kebersamaan saat kita bergaul dan berkomunikasi jaman udzur bisa reinkarnasi digenerasi sekarang, mungkin generasi kedua, generasi ke-3 hingga beranak pinak.
Ini juga terjadi dalam dunia karting Indonesia. Pertemanan 2 insan hobby nongkrong di jalan Lamandau Jakarta sejak masa SMA ditahun 80 hingga 90-an dijamannya bertahan hingga sekarang, akhirnya berlabuh di sirkuit balap juga. Ya…itu yang terjadi kembali digenerasi anak-anaknya, pertemanan Sergio Noor dengan Adrian Sulaiman Hassan teman satu sekolah di Mentari International School Jakarta ini awalnya sama-sama main bola, dimana Sergio yang lebih dulu balap di team Riser Shadaff Kratingdaeng Motorsport adalah adik kelas Adrian yang sekarang duduk dikelas IV harus mengubur impian menjadi pemain profesional sekelas Christiano Ronaldo karena kecewa dengan curangnya sang wasit. Gosokan dan bisikan maut Sergio akhirnya meluluhkan hati Adrian dan gantung sepatu bola dan pindah haluan turun dikancah Gokart.
Persiapan yang serba mendadak, meski hanya baru latihan 7 kali sebelum terjun di Kejurnas Eshark Karting round 1 2015, penampilan pembalap belia ini sempat menduduki posisi 4 baik di QTT hingga heat, dan harus mengakui lihainya para seniornya dan finish diurutan 9 di babak pre final dan final namun cowok satu-satunya pasangan Sony M Hassan dan Inong ini lebih happy dan ceria.

“kami bersahabat sejak kecil dan akan meneruskan generasi persahabatan kepada anak2 kita, sehinggatali silaturahmi tidak pernah putus” papar Bunjamin Noor sang ayah Sergio dan diamini Sonny M Hassan papah dari Adrian disela-sela rehat.
Kayaknya kelak akan menjadi team mate sekaligus saingan nih kayaknya……..selamat datang Adrian…
Penulis : Edi Batrawan |Photo : Edi Imola

