Beranda Racing Roda 2 Grasstrack Kejurda Jabar GTX Bergelut Dengan Waktu

Kejurda Jabar GTX Bergelut Dengan Waktu

0
1065
Rudi Odoy dan sang donatur
Rudi Odoy dan sang donatur
Rudi Odoy dan sang donatur

OtomotifZone.Com-Cipelang Sumedang. Hajatan balap garuk tanah  disirkuit bertexture pegunungan membuat gelaran Kejurda Jabar GTX seri 4 yang digelar disirkuit Karuci Jaya Cipelang Sumedang Minggu 1 Desember 2013 berlangsung seru meskipun H-1 panitia sudah sport jantung karena ijin kepolisian dicabut kembali karena panitia dinyatakan tidak siap menggelar event tersebut. Usut punya usut, Pakusarakan club yang didaulat menggelar event kejurda ini tidak hanya menyuruh orang untuk menyerahkan surat perijinan tanpa didampingi personel club yang berkompeten untuk menjelaskan secara detail persiapan pelaksanaan, itu yang membuat panitia kalang kabut dan panik.

Disamping crowded diatas, club asuhan Rudy Odoy ini juga ketiban pulung akibat event yang sebelumnya akan digelar di Cibungur Purwakarta di jadwal yang sama, mendadak batal karena suatu hal yang tidak jelas alasannya, tidak bisa tidak, info sudah menyebar ke seluruh team dan mereka siap semangat tempur mau tidak mau panitia yang mendapat informasi pengalihan penyelenggaran harus berjuang dengan waktu agar event ini harus tetap berjalan meskipun mepet.

Ade Rully Ketua Korwil IMI Sumedang
Ade Rully Ketua Korwil IMI Sumedang

Ade Rully sang Korwil IMI Sumedangpun dibikin pusing dan harus membantu agar surat ijin dari kepolisian dikeluarkan kembali, ” Korwil memberi jaminan agar pelaksanaan ini tetap berlangsung, karena ini adalah gelaran kejurda yang harus dilaksanakan tepat waktu makanya saya juga minta bantuan Kapolres untuk mengeluarkan ijin kembali, meskipun awalnya sang Kapolres Sumedang enggan memberi ijin kembali karena mepetnya waktu hanya sehari pengajuan ijin lho” tegas Ade Rully sambil menunjukan pesan singkat sang Kapolres.

Keluh kesah, rintangan demi rintanganpun sering dialami komunitas GTX ketika akan menggelar event, disamping mepetnya waktu pelaksanaan karena limpahan club lain yang angkat tangan, minimnya dana karena kurangnya sponsor yang tertarik pada dunia ini bahkan juga susahnya cari lahan yang layak dan representatif menjadi makanan sehari-hari komunitas GTX bak ayam kehilangan induknya ketika akan berlaga. Hal tersebut diamini sang ketua Club Pakusarakan Odoy yang kemaren kelihatan stress mikirin gimana caranya event ini harus tetap jalan.

” Kalau gak mikir kelanjutan dunia GTX Jabar mah saya juga mau kabur dan nangis bro, mana sirkuitnya susah, apalagi pendanaan, kita harus pontang panting agar semua bisa ditutup dengan gelaran sukses, perjuangan kami alhamdulilah membuahkan hasil dilihat dari jumlah starter yang tembus 310 diakhir acara setelah ada tambahan kelas lokal dan jumlah penonton yang diatas 5000 pasang mata membuat kami semakin PD dan semangat, saya mau ngeluh ke pengurus dicari tidak ada yang hadir”,  yakin Odoy event Kejurda ini sukses. Meskipun kabar gosip setengah rahasia, sumber pendanaan harus pinjem sana sini untuk menutupinya.

Ketika OZ konfirmasi kenapa perwakilan pengurus tidak ada yang hadir di seri Kejurda Rio Teguh sang ketua Pengprov IMI Jabar menjelaskan, mungkin para pengurus masih cape habis dari rakernas, karena kami membawa 16 pengurus untuk ikut.

Chikal Faizal juara bebek modif Junior dan campuran sport trail senior
Chikal Faizal juara bebek modif Junior dan campuran sport trail senior

Perjuangan dan penderitaan tiada akhir untuk GTX semoga cepat sirna seiring banyaknya sponsor dan kompaknya komunitas, jadikan GTX industri otomotif Jabar agar sejajar dengan balap Motor.

penulis : Edi Batrawan | Foto : Edi Batrawan