
OtomotifZone.com – Surabaya. Usai sudah Gelaran Grand Final CST Kejurnas Drag Bike 2015 di Kenjeran Surabaya pada Sabtu-Minggu (10-11/10). Namun dari gelaran adu kebut trek lurus yang diikuti sebanyak 287 starter tersebut terasa ada yang berbeda.
Benar saja setelah OZ perhatikan dengan lebih seksama, ternyata hampir semua dragster tidak memakai Wearpack saat berlomba. Mereka hanya mengenakan jaket atau jersey tim.
Bambang ‘Kapten’ Haribowo, selaku ketua IMI Jatim mengatakan, bahwa pihaknya telah menghimbau kepada dragster tentang aturan drag bike terkait safety.

“Kami tidak bosan-bosannya mengingatkan, apalagi ini menyangkut safety dragster sendiri. Dan fakta dilapangan dragster tidak mematuhi aturan itu. Mungkin kami bisa tegas, tapi bagaimana dengan daerah diluar Jatim,” seru Bambang berapi-api.
Sabrina Sameh, dragster tim Kawahara Pells Trijaya Sakti (satu-satunya tim yang memakai wearpack) amat menyayangkan hal ini. Menurutnya PP IMI harus lebih tegas terhadap aturan ini.

“Memakai wearpack memang ada plus minusnya. Mungkin minusnya beban lebih berat 3 sampai 5 kilogram. Tapi yang utama dengan memakai wearpack lebih safety. Karena namanya balap kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi dengan kita. Kesalahan dan kecelakaan bisa saja terjadi. Kebayangkan kalau kita mengendarai kendaraan dengan kecepatan seperti motor drag dan mengalami kecelakaan hanya memakai jaket biasa atau jersey,” ujar dara 21 tahun ini sambil buang nafas panjang.
Frans Tanujaya, Kabid Roda Dua PP IMI buka suara, “Ini semua sudah ada dalam wacana. Tahun depan rencananya kelas dibawah 8 detik, dragster wajib memakai wearpack,” jelasnya.
“Semua butuh proses dan butuh penyesuaian. Kalau saat ini aturan wearpack kita bakukan dan diharuskan, bisa-bisa banyak dragster yang tidak ikut, dan tidak menutup kemungkinan boikot even. Kalau sudah seperti itu semua dirugikan,” tambahnya.
Frans berharap kedepan aturan tentang safety pembalap(dragster) bisa dibakukan dan diikuti oleh semua pihak. Sehingga dari aspek keamanan yang utama lebih terjaga diikuti profesionalisme.
Nah gitu dong pak boss..apalagi ini Kejurnas, keamanan pembalap harus dinomer satukan sejalan dengan kualitas even Kejurnas.
Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS
