OtomotifZone.com – Bangko. Bukan rahasia lagi balap yang satu ini tak begitu diminati klub penyelenggara di daerah. Apalagi dengan menyandang status event kejuaraan nasional grasstrack, beban pun terasa berat bagi promotor lokal. Beda dengan saudaranya sesama penggaruk tanah, motocross.
Buktinya bisa dilihat dari jumlah pembalap yang tampil. Saat seri perdana digelar di Payakumbuh, Sumbar (7-8/5) hanya diikuti 185 starter. Akibatnya dua kelas terpaksa dibatalkan karena kurang dari quota pembalap, yaitu Bebek standar pemula dan Bebek 4-tak modifikasi s/d 110cc senior. Begitu juga dengan putaran kedua di Mukomuko, Bengkulu (14-15/5) cuma berhasil menyedot 190 starter.
Namun jumlahnya terus meningkat saat digelar “Kejuaraan Nasional Swallow Grasstrack Region 1 Putaran 3” yang diusung Dragon Event Organizer pada Sabtu-Minggu (21-22/5) di Sirkuit Stikes Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi. Angka 203 starter menjadi catatan tersendiri. Meski tracker yang selalu hadir di tiga putaran jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Hanya Dedi Acong dari Pasaman Barat dan Delfi dari BJW Family Racing, Dharmasraya yang konsisten datang tiap series.
Beruntung kejurnas grassttack ini bisa sukses berkat dukungan penuh H. Handayani, Anggota Komisi IX DPR RI dari PKB. Pemilik STIKES Bangko ini memang ingin memajukan grasstrack di kampungnya. Maka dibangunlah sirkuit permanen di komplek kampus sebagai ajang latihan tracker lokal.
“Beliau hobby dan ingin melihat putra Bangko bisa main di kejuaraan lebih tinggi lagi,” buka Ardi Yanmarsyah, Ketua Pelaksana yang lebih beken disapa Adi Korok. Bahkan Adi mendatangkan crosser PowerTrack sebagai pemicu semangat grasstracker yang tampil di kelas kejurnas.
Selain itu, panitia menyediakan 3 unit sepeda motor sebagai perangsang para juara. Tentunya ini juga berkat uluran tangan Handayani. “Diharapkan event ini bisa memacu semangat pembalap lokal untuk bisa berprestasi lebih baik dengan event skala nasional dan hadirnya pembalap nasional bisa memberi efek positif. Saya siapkan hadiah mobil jika final kejurnas region tahun 2016 bisa digelar di sirkuit ini lagi,” janji Handayani. Woow!!
Dengan menyediakan sirkuit saja sudah luar biasa, apalagi merangsang dengan hadiah motor dan mobil. “Trek di Bangko sangat layak skala nasional. Memiliki panjang 1300 meter dengan total jumpingan 4 buah, superbowl ada 8, lebar gerbang start 22 meter dan lebar finish 8 meter,” urai Adi Korok yang juga sebagai Koordinator Wilayah untuk Grasstrack di Region 1.
“Kalau perlu satu seri PowerTrack bisa digelar disini,” semangat Arissandro, race commentator yang selalu membuat suasana sirkuit jadi berisik. Kebetulan Aris memang orang Jambi, persisnya Sarolangun, tak jauh dari Bangko. Wajar rasa kepeduliannya muncul.
Sayang potensi tracker cilik belum muncul sebagai penerus generasi. Hebatnya, panitia mampu mengundang tracker dari berbagai kota di Lampung, Sumsel, Bengkulu, Sumbar dan Riau untuk datang dan main. Dan ada satu racer MotorPrix yang kini berubah haluan ke balap garuk tanah, yaitu Yudi Nesya dari Ambassador, Dharmasraya, Sumbar.
Akhirnya, 3 unit motor buat juara umum diraih #89 Fajar Bejo dari Bintang Centula Racing Team, Muara Enim, Sumsel untuk kategori senior dengan total poin 147. Lalu #78 Doni Zet, privateer dari Lampung mendominasi di kategori junior mengumpulkan poin 89, serta #555 Iwan RR dari Nalim RR Team, Bangko, Jambi mengantongi poin 110.
Penulis: Noverry Darwin | Foto: Adi Korok

