BerandaNewsKepergian Degar Iswaranzi Membekas, Dedikasinya untuk Dunia Balap Tak Akan Terlupakan

Kepergian Degar Iswaranzi Membekas, Dedikasinya untuk Dunia Balap Tak Akan Terlupakan

OtomotifZone.com – Jakarta, Dunia balap nasional kembali diselimuti duka. Salah satu sosok yang selama ini bekerja di balik layar, Degar Iswaranzi, dikabarkan tutup usia. Meski namanya tak setenar para pebalap maupun tokoh otomotif, dedikasi dan pengabdiannya di dunia balap meninggalkan jejak yang begitu besar bagi banyak tim dan pebalap Tanah Air.

Degar, yang akrab disapa Bang De, merupakan mekanik yang menjadi bagian dari Racetech Performance. Pria dengan ciri khas salam jempol ini Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang ikut berperan dalam lahirnya berbagai prestasi di lintasan balap.

Bang De lebih sering terlihat mendampingi Aben Racing, tim yang dikenal dengan julukan Yellow Genk. Kepercayaan itu diberikan langsung oleh kepala mekanik Racetech Performance, Leon Chandra, yang menempatkannya sebagai salah satu pilar penting di dalam tim.

Jika menoleh ke belakang, perjalanan Degar di dunia balap begitu panjang. Ia pernah menjadi bagian dari tim-tim besar seperti Suhandi Padang 88, PRS Racing Team, ASR VMK, hingga berbagai tim yang berada di bawah naungan Racetech Performance. Di setiap tim yang dibelanya, Degar selalu dikenal sebagai sosok yang bekerja tanpa banyak bicara, lebih memilih membiarkan hasil kerjanya berbicara di lintasan.

Jarang tampil di depan kamera, namun kehadirannya begitu membekas bagi rekan setim maupun para pebalap yang pernah bekerja bersamanya. Keramahan, senyum, serta semangat yang selalu ia tularkan menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

Pebalap Yudi Prayogo menjadi salah satu yang menyampaikan rasa kehilangan mendalam.

«”Innalillahi wa inna ilaihi rajiun bang De. Bang De orang baik, terima kasih pernah berjuang bersama Yudi dan menyemangati Yudi. Terima kasih banyak Bang De. Bang De orang yang baik. Al-Fatihah,” ujar Yudi.»

Ucapan duka juga datang dari M. Rasya Alvaro. Saat masih membela PRS Racing Team di kelas Rookie, Rasya sempat dipercaya turun di kelas Novice Region D dengan motor yang mesinnya ditangani langsung oleh Degar.

«”Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan Bang De. Dia sosok yang selalu menghibur dan bisa memberi semangat. Terima kasih Bang De, pernah berjuang bersama dan membuat saya meraih gelar juara-juara Novice kala itu. Di luar balap, Bang De juga sering memperhatikan saya dan itu yang membekas sampai saat ini,” ungkap Rasya.»

Kesan mendalam juga disampaikan Hafid Pratama, pebalap Aben Racing yang selama beberapa musim menjadi bagian dari keluarga besar Racetech Performance.

«”Terima kasih jasanya selama ini Bang. Terima kasih sudah selalu jadi tempat keluh kesahku sewaktu balap. Terima kasih sudah selalu membantu aku. Masih nggak nyangka, kemarin kita masih sama-sama berjuang di Motoprix Boyolali. Abang orang yang selalu senyum dan tertawa saat ngobrol. Makasih Bang sudah selalu salam jempol sama aku. Abang orang baik sekali. Terima kasih sekali lagi. Selamat jalan Bang Degar.”»

Kepergian Degar Iswaranzi menjadi kehilangan besar bagi dunia balap Indonesia. Sosok yang tak pernah mencari sorotan itu justru dikenang karena ketulusan, loyalitas, dan dedikasinya dalam membantu setiap tim dan pebalap meraih prestasi.

Selamat jalan, Bang De. Jasa, semangat, dan kebaikanmu akan selalu dikenang oleh keluarga besar balap Indonesia.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Must Read