Beranda Headline Kerinduan Motor dan Mobil Clasic Terobati di Nasional Auto Culture 2013 Tangerang

Kerinduan Motor dan Mobil Clasic Terobati di Nasional Auto Culture 2013 Tangerang

0
1405
DSC_0089
Nasional Auto Culture 2013

OtomotifZone.com – Tangerang. Kerinduan pecinta mobil dan motor klasik terobati pada acara Nasional Auto Culture 2013 (IARC) yang digelar di Mall Alam Sutera, Jl. Jalur Sutera Barat Tangerang, Minggu (27/10) kemarin. Gathering akbar komunitas/klub mobil klasik dan retro ini mampu menyedot ribuan pecinta mobil klasik/retro serta beberapa pecinta motor klasik seperti BMW dan BSA dari seluruh komunitas yang tersebar di Jabodetabek.
oPELETDalam acara tersebut yang paling unik dan mampu menyedot ratusan pengunjung adalah “Mobil Opelet” yang digunakan dalam pembuatan film “Si Doel Anak Sekolahan” dan sang pilotnya adalah Mandra dan Benyamin. Mobil ini diperkirakan berumur 56 tahun lebih sejak masuk ke Indonesia era 1957-an. Opelet ini merupakan varian Morris Minor tipe pick-up keluaran Inggris tahun 1957 dan di Indonesia mobil ini dimodifikasi menjadi sarana angkutan umum yang populer pada era 70-an.
“Alhamdulillah, acara Nasional Auto Culture 2013 ini berlangsung sukses. Jumlah mobil totalnya yang tercatat hari ini mencapai 1.500 mobil. Sedangkan target kami sebelumnya hanya sekitar 1.000 peserta. Jadi ini benar-benar diluar dugaan saya, dan sangat-sangat luar biasa,” tutur Jefry Fajar Abrian, Ketua Panita Nasional Auto Culture 2013.
Diantara ratusan mobil yang datang diantara mereka mengikuti kontes mobil yang terbagi atas sejumlah kategori, seperti The Best Classic Original, The Best Retro Original, The Best Classic Restoration, The Best Retro Restoration, The Best Custom, The Best Club/Community, dan The Best Of The Best. Masing-masing juara berhak diganjar piala dan uang tunai 10 juta dari Nasional Oil. Acara ini mendapat dukungan dari Nasional Oil, yang merupakan produk asli Indonesia.
Acara terasa begitu special dengan kehadiran Rano Karno, dalam sambutanya Wakil Gubernur ini mengatakan : “Kegiatan ini bagi saya adalah sebuah kegiatan yang sangat positif, karena kegiatan seperti ini kan tidak mencari nilai apakah mobil-mobil ini akan dihargai atau tidak. Kebetulan saya juga berada dalam kelompok masyarakat ini walaupun tidak terdaftar ya. Saya bukan penggemar, tapi penyayang mobil-mobil tua. Jadi saya berharap kegiatan ini bisa dibuat rutin. Tidak harus 3 bulan sekali ya. Mungkin bisa 6 bulan sekali atau minimal setahun sekali lah. Karena apa? Komunitas ini memerlukan suatu sarana”.

Penulis : Indra | Foto : Istimewa