OtomotifZone.com-Majalengka. tahun 2017 adalah tahun ke-4 sirkuit Cibatu Kabupaten Majalengka tertidur dan tidak mendapat kepastian kapan bisa dipergunakan generasi muda Jabar bagian utara dan sekitarnya, sungguh tragis nasibnya..
OtomotifZone.com awal Januari 2015 sudah melakukan liputan, kemudian medio Agustus 2016 bersama pengprov IMI Jabar dibawah kepemimpinan Rio Teguh Pribadi juga melakukan track inspection dan dihadiri para pejabat terkait kabupaten, dan hasil tersebut IMI Jabar memberi rekomendasi agar sirkuit kebanggaan kota mangga Majalengka ini bisa difungsikan dengan beberapa catatan, namun kunjungan, saran dan masukan tetap dianggap angin lalu seperti angin spoi-spoi yang turun dari bukit cibatu.

Melihat kondisi sirkuit permanen Cibatu yang tak kunjung berfungsi dan dimanfaatkan secara maksimal, komunitas Racing Majalengka gregetan dan gemes, ibarat kalau ada cewek cantik pipi tembem pingin dicubit-cubit akhirnya melakukan demo halus dibulan ramadhan, ratusan komunitas penggemar racing Majalengka, Korwil IMIÂ Majalengka dan pemerhati dan pecinta otomotif Majelengka menuntut agar sirkuit seluas 3,5 hektar ini segera difungsikan dari keseluruhan 5 hektar luas tanah.

“kami butuh kepastian sirkuit ini difungsikan, sirkuit ini dibangun menggunakan uang rakyat, kalau sudah selesai, kembalikan dan fungsikan untuk rakyat, jangan kami latihan dijalan raya ditangkepin tapi sirkuit permanen yang sudah jadi tidak bisa digunakan, tolonglah, demi kemajuan otomotif Majalengka, kami yakin, jika sirkuit ini difungsikan, bibit baru pembalap Majalengka akan bermunculan seperti di Subang dan Tasikmalaya, kami butuh sarana”, papar para komunita kompak.
Sayangnya pada kesempatan pertemuan yang dilakukan siang hingga sore hari Kamis (01 Juni) di pendopo kabupaten Majalengka hanya diwakili Camat setempat.

Meski dengan wajah kecewa, komunitas Racing Majalengka sepulang dari ‘nglurug’ melakukan kegiatan sosial bagi takjil buka puasa sepanjang jalan kota Majalengka.
Sayang dana yang sudah dihabiskan milyaran hanya untuk jemur padi saja…???? Ada kepentingan apa didalamnya…….Daerah lain ngemis-ngemis pingin dibangun disirkuit pemanen, yang dah ada dibiarkan, padahal animo bibit-bibit calon pembalap lokal sangat antusias.
Penulis : Edi Batrawan | photo : Edi Batrawan, Sonie




