OtomotifZone.com – Banten. Seri perdana Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Banten resmi dihentikan setelah hanya menyelesaikan babak kualifikasi. Balapan yang berlangsung di Sirkuit Non Permanen KP3B, Banten, terpaksa disudahi lebih awal akibat situasi keamanan yang tidak kondusif di sekitar lokasi acara.
Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terakhir, situasi di Indonesia tengah memanas. Aksi unjuk rasa masyarakat terhadap pemerintah terjadi di berbagai daerah, termasuk di wilayah Banten. Pada Sabtu sore (30/8), masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Banten yang jaraknya sangat berdekatan dengan lokasi balap.
Menanggapi situasi tersebut, IMI Banten mengeluarkan surat edaran resmi kepada panitia penyelenggara Kejurprov Banten, yang juga memperebutkan Piala Gubernur Banten, untuk menghentikan jalannya event demi menjaga keselamatan bersama.
“Keputusan ini diambil sebagai langkah preventif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik bagi panitia, peserta, maupun penonton,” jelas perwakilan dari IMI Banten.
Pimpinan perlombaan, Hendri Sapulete, menyampaikan bahwa keputusan ini telah disepakati bersama seluruh peserta saat sesi briefing yang digelar sehari sebelumnya.
“Pada briefing kemarin Sabtu, kita sudah sepakat semua dan disetujui peserta. Bila terjadi hal tidak diinginkan, maka hasil lomba diambil dari kualifikasi,” ujar Hendri.
Seluruh kelas yang dipertandingkan telah menyelesaikan babak kualifikasi sebelum keputusan penghentian event diumumkan. Dengan demikian, hasil kualifikasi menjadi acuan penentuan juara untuk masing-masing kelas.
Situasi serupa juga terjadi di beberapa wilayah lain di Indonesia seperti Jakarta dan Makassar, di mana demonstrasi sempat berujung pada kerusuhan dan pembakaran fasilitas publik. Demi menghindari risiko serupa, langkah antisipatif dari IMI Banten ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Semoga kondisi tanah air kembali aman dan kondusif, sehingga dunia balap motor nasional dapat kembali bergulir seperti sediakala.

