OtomotifZone.com-Solo. Perubahan pertunjukan balap Supermoto dalam sajian berbeda ada di balapan yang di pentas sejak hari Kamis sampai Jum’at malam 20-21 April ini. Bertempat di lapangan parkir Stadion Manahan Solo yang disulap jadi lintasan adu kebut motor berjenis trail ban aspal. Ciri khas Genta Autosport yang membuat balapan malam hari di Manahan punya suasana lain. Lebih hidup walau belum banyak peserta yang datang. Kelas FFA yang paling di nanti baru di ikuti beberapa pembalap top motocross dan road race. Yang lain masih di belakang pagar menyaksikan kawan-kawannya adu kebut. Yang ada perasaan kecewa belum bisa hadir. “Niatnya cuma nonton, tapi jadi kepengen. Motor sudah siap kalau buat balap. Nanti di seri Malang saya pastikan ikut semoga tidak bareng jadwal balap,” kata Irfan Ardiansyah, andalan Astra Honda Racing Team di Asia Road Racing asal Ungaran yang juga sering latihan dengan Supermoto di Semarang.
Kaget dengan model rapi lintasan nan pencahayaan yang terang di padu intertaiment musik layaknya Trial Game.
“Jadwal mestinya mereka tahu. Mungkin mereka tidak menduga kita kemas seperti ini karena setahu kami selain FIM Supermoto beberapa waktu lalu Supermoto yang ada mirip-mirip road race. Jadi kita membuat event yang arahnya benar-benar ke Supermoto, nah ini yang mungkin mereka pikir ah mungkin seperti gitu-gitu aja. Tetapi begitu lihat kemasan kita kemudian seriusnya kita menjalani event ini mungkin menjadikan mereka menyesal kenapa tidak ikut.” ucap Tjahjadi Gunawan, pimpinan Genta Autosport yang bikin Jumat malam di Manahan.

Tenang, ini baru event pembuka. Belum di gas pointnya. “Ini bukan seri pertama, ini adalah pra series. Seri 1 di malang, seri 2 Purwokerto lalu seri 3 Jogja. Ini seri buat evaluasi peraturan-peraturan mana yang akan di bakulan yang sesuai dengan FIM. Mungkin urusan safety buat kendaraanya terlalu kencang masih ada toleransi seperti Rem, Jersey. Untuk urusan safety motor 250cc sama 450cc harus wearpack, Rem harus 4 kaliper.” lanjut ayah Mariachi Gunawan ini.
Beberapa pembalap motocross seperti Asep Lukman, Ivan Harry, Agha Riansyah lalu pembalap road race sekelas Asia di wakilkan Gerry Salim, Doni Tata dan masih banyak pembalap lain bahkan freestyle Wawan Tembong ikut ambil bagian mengaku terpancing balap yang pertama diadakan di Manahan bahkan di Jateng dan Jogja ini. “Belum terbiasa tetapi suka tantangan baru ini. Keren…” ujar Asep Lukman, andalan Dumasari Bonaharto di MX2 Kejurnas Motocross. Begitu juga Ivan Harry, kali ini turut rasakan trek aspal dengan beberapa jumpingan.
“Arahnya diberikan ke balapan Supermoto. Tetapi kita menyebutnya tidak ke Supermoto tetap kita​ maunya Trial Game Asphalt. Tujuannya sama tidak mau membuat sesuatu yang beda agar di anggap berbeda,” tutupnya.
Seri 1 di Malang nanti harus lebih di persiapkan Special Enginenya buat kelas 250, 450 dan FFA.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid




