OtomotifZone.com – Klaten. Akhirnya, setelah acap dipakai untuk ajang latber, event resmi bertajuk Kratidaeng GDS Dragbike 2016 bergulir juga di sirkuit Gantiwarno Drag Strip Klaten(17/4). Trek dragbike 201 meter ini memang acap jadi momok pebalap top. Terkenal karena trek licinnya, pembalap top agak galau kalau gaspol disini. Tapi untuk kategori dragbiker pemula, ajang tersebut jadi party sendiri dan faktanya mereka aman aman saja gaspol di sirkuit GDS Klaten.

Tercatat ada 300 stater dan kehadiran pebalap beken hanya diikuti oleh Nanda Wijaya, Rully PM dan Dwi Batang. Minimnya pebalap top yang ikut di event Kratidaeng GDS Dragbike menjadi bukti bahwa sirkuit GDS Klaten memang jadi momok buat pembalap top. Mereka juga mengakui kalau aspal trek sangat licin. Dan justru trek licin itu dijadikan tantangan, motivasi sekaligus mengukur kemampuan diri sendiri.
“Sudah saatnya trek harus diaspal lagi, total sih kalau bisa. Jangan hanya ditambal sulam saja. Gaspol disini kalau tidak spin ban belakangnya ya pasti gengsot kanan kiri. Power motor dragbike kan mayoritas gede gede. Saya justru harus balap disini karena sudah panggilan jiwa dan tak pilih pilih trek, licin atau tidak ya gaspol saja,” kata Nanda Wijaya yang nembus juara 1 di 3 Kelas Open.
Selain itu pria ramah asal kota Kranganyar ini juga menyoroti padock yang sudah tak muat lagi. Beberapa tim balap memang ada yang menempati pojok pojok diluar padok. Kepanasan ya sudah pasti dan jadi tak nyaman karena terkena panas matahari. Hal tersebut juga diamini oleh Rully PM dragbiker dari kota Kebumen.
“Selain treknya yang harus diaspal baru lagi ya padocknya mas kalau bisa diperluas lagi. Biar peserta balap tertampung semua kan rapi jadinya,” ujar Rully PM.
Agung Seriawan selaku promotor sekaligus pengelola sirkuit GDS Klatensecara jujur memang mengakui kritikan Nanda Wijaya dan Rully PM. Tapi ayah dari Ervantona pebalap seeded Motoprix Region Sumatra ini memang tidak bisa berbuat banyak. Karena owner sirkuit sudah memasrahkan sepenuhnya pada Agung Setiawan. Sementara yang bisa dilakukan maksimal adalah menggelar event resmi dan latber.
“Memang yang kami lakukan hanya sebatas tambal sulam aspal dulu. Dibutuhkan dana 200 juta untuk total mengaspal seluruh trek. Nah dana segitu darimana coba? padock tentunya akan segera kami perluas lagi. Menarik sponsor juga sulit sih sekarang, eh sudah bagus kan selalu ada kegiatan balap disini? Senyum Agus Seiawan.
Lantaran acap jadi ajang latber dan beberapa kali event resmi memang sirkuit GDS mengalami perkembangan yang bagus. Utamanya adalah munculnya pebalap pemula, asyiknya lagi lulusan dari laber beberapa diantaranya sudah mulai naik daun dan mampu bicara diajang balap dragbike bergengsi. Imbas lainnya adalah mulai muncul dragbiker cewe yang serius menggeluti trek lurus 201 meter. Muncul 5 cewek, dua diantaranya sudah mulai paham dragbike.

Nisa Ucil dan Daffa Della, ya dua cewe cantik ini tak sekedar hanya berpartisipasi saja tapi sudah cukup garang dan bener gaspolnya. Diajang latber mereka berdua sesekali bisa nembus podium. Walau di ajang resmi mereka belum pernah naik podium tapi keikut sertaan Nisa Ucil dan Daffa Della patut dapat dua jemnpol.
“Tidak masalah kami turun balap di kelas lelaki, kalah juga wajarlah dan kami ingin ada kelas tersendiri buat kami. Kan sekarang ada banyak cewek yang ikutan dragbike. Usul dong dibuka kelas wanita, biar pebalap dragbike wanita dari Jabar bisa main disini dan duel dengan kami,” kata Nisa Ucil yang diamini oleh Daffa Della. Wah ada tantangan duel nih.
Penulis : Unang | Foto : Unang







