
OtomotifZone.com – Malang. Bagi Alfonsus Judiarto Komitmen menggelar Kratingdaeng Supercrosser The Ultimate Dirtwar tahun 2018 dan bakal mengguncang di 15 kota besar di tanah air terjawab sudah. Karena minggu kemarin (4/3) telah mengawali kegiatan tersebut dengan menggelar Kratingdaeng ENDURO SUPERCROSS CHAMPIONSHIP 2018. Sebagai sirkuit yang dipakai Judiarto memeilih sirkuit permanen milik Djagung Racing Factory di kawasan Tlogo Waru Plengkung Malang. “ Kegiatan Enduro Cross ini merupakan salah satu dari tiga kegiatan besar yakni Enduro cross , Power track dan Supercross yang bakal digelar secara bergantian. Khusus Enduro Cross ini bakal digelar sebanyak 6 seri yakni Malang, Brebes, Jogjakarta, Kudus, Purbalingga dan Bekasi, disamping menghibur para masyarakat juga kita terus menggali prestasi crosser nasional untuk ikut berkompetisi “ jelas Judiarto penggagas gelaran dari Lightning Production.

Trek yang dipakai tetap bekas trek sirkuit untuk Kejurnas Motocross beberapa waktu lalu. Hanya halang rintang dan panjang total trek berbeda dengan Motocross. “ Panjang total trek kurang dari 800 meter, dan pola sirkuit bermacam-macam halang rintang. Mulai bebatuan, superbowl buatan dan beberapa table top, sebenarnya di Endurocross juga harus tersedia kubangan sebagai varian rintangan lain nya “ kata Nyoman Wisnu dari IMI Jatim.

Meski hanya tercatat 69 starter di 11 kelas yang dilombakan, namun tantangan stamina prima bagi crosser, tracker dan para komunitas trail Malang sangat diuji di gelaran ini. Inipun dibuktikan dari Ananda Rigi crosser peringkat teratas di MX Junior yang di tahun 2018 ini telah naik jenjang senior mendapat tantangan dari Raffi G.Tanka, Izzal Labiba, Tofa dan Enggar dikelas Build Up EX1 Pro Open.

Namun dikelas ini Izzal Labiba diatas motor KTM nya mengungguli standing poin sementara dari rival Raffy dn Rigi. Meski finish di posisi kedua namun Izzal diuntungkan di Moto1 dan Moto 2 konsisten di posisi kedua dan amankan poinnya. Sedangkan kunci standing poin semua seri agar bawa pulang sebuah motor ada di kelas Build Up EX1 pro open dan Lokal EXL1 Pro Open. “ Saya komitmen disemua seri buat pertahankan poin “ bilang Ananda Rigi .

Sementara dikelas komunitas Honda Win. Nama Filza Afrizal hanya mampu di posisi ke 5 setelah Honda Winnya ngadat di rintangan bebatuan. Namun patut berbangga karena komunitas Honda Win ini malah mencatat peserta terbanyak dari beberapa kelas yang dilombakan. Ini menandakan bahwa Malang masih menjadi basis komunitas Trail dan Adventure di Jatim.

Selamat bagi para crosser peraih juara

Penulis dan Foto : DIKi
Beranda Racing Roda 2 Motocross Kratingdaeng ENDURO SUPERCROSS CHAMPIONSHIP 2018 Malang : Ujian Stamina Crosser Jatim
Masuk
Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
Term Of Service
Pemulihan password
Memulihkan kata sandi anda
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.

