OtomotifZone.com – Lombok, Performa Honda di MotoGP Indonesia 2026 menjadi tanda tanya besar. Luca Marini mengaku kecewa setelah mendapati motor RC213V yang ditungganginya justru lebih lambat dibandingkan musim lalu saat menjalani sesi latihan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Jumat (9/10/2026).
Situasi ini cukup mengejutkan. Pasalnya, Marini sempat menunjukkan performa menjanjikan di Mandalika pada MotoGP 2025 dengan finis kelima, sekaligus menyamai hasil terbaiknya sepanjang musim tersebut.
Namun, memasuki seri ke-17 MotoGP 2026, pembalap tim pabrikan Honda itu justru menghadapi persoalan besar. Ia hanya mampu menempati posisi ke-14 dengan catatan waktu 1 menit 30,037 detik, terpaut 1,3 detik dari pembalap tercepat.
Lebih mengkhawatirkan lagi, catatan tersebut sekitar 0,3 detik lebih lambat dibandingkan waktu terbaiknya pada sesi latihan yang setara tahun lalu, yakni 1 menit 29,730 detik.
Grip Ban Jadi Masalah Utama
Marini mengaku belum menemukan jawaban atas penurunan performa Honda di Mandalika. Ia merasa karakter motor RC213V saat ini tidak memberikan kenyamanan dan kepercayaan diri yang sama seperti musim sebelumnya.
“Saya benar-benar kecewa dengan hari ini. Saya tidak mengerti mengapa, tetapi level kami hari ini sangat rendah dibandingkan tahun lalu,” ungkap Marini.
Sepanjang sesi latihan, pembalap Italia tersebut kesulitan mendapatkan daya cengkeram yang memadai dari ban depan maupun belakang. Kondisi ini membuatnya kesulitan mengendalikan arah motor, terutama ketika memasuki tikungan.
“Dibandingkan tahun lalu, saya hanya merasa kurang nyaman di atas motor dan kemampuan berbeloknya berkurang. Ban depan tidak pernah mengikuti arah yang saya inginkan, sementara grip ban belakang juga sangat rendah,” jelasnya.
Persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah serius bagi Honda. Di tengah persaingan MotoGP yang semakin ketat, kehilangan daya cengkeram dan kemampuan berbelok dapat berdampak langsung terhadap kecepatan satu putaran maupun konsistensi saat balapan.
Pabrikan Lain Justru Semakin Kencang
Kekecewaan Marini semakin terasa ketika melihat perkembangan para rivalnya. Menurutnya, pabrikan lain berhasil meningkatkan performa motor secara signifikan dibandingkan musim lalu.
Salah satu buktinya datang dari Raul Fernandez. Pembalap Trackhouse Racing tersebut mampu mencatatkan rekor waktu sirkuit dalam sesi latihan MotoGP Indonesia 2026.
Kondisi itu memperlihatkan kontras dengan situasi Honda. Ketika para pesaing terus meningkatkan kecepatan, Marini justru kesulitan menyamai catatan waktunya sendiri dari musim sebelumnya.
Marini bahkan menilai bahwa sekalipun dirinya mampu memperbaiki waktu sekitar satu persepuluh detik, hal tersebut belum cukup untuk membawanya masuk ke posisi 10 besar.
“Lintasannya sepertinya tidak aneh, karena Raul pada akhirnya mampu mencatatkan rekor putaran. Jadi, selamat kepada pabrikan lain yang telah berkembang begitu pesat dari tahun lalu hingga tahun ini,” ujarnya.
Honda Harus Segera Menemukan Solusi
Hasil latihan di Mandalika menjadi peringatan bagi Honda untuk segera menemukan solusi teknis sebelum rangkaian balapan berlanjut. Persoalan grip ban depan dan belakang serta kemampuan motor berbelok menjadi dua aspek yang perlu mendapat perhatian.
Bagi Marini, tantangannya bukan sekadar memperbaiki catatan waktu, melainkan mengembalikan rasa percaya diri terhadap motor yang dikendarainya. Tanpa perubahan signifikan, upaya menembus persaingan kelompok depan akan semakin sulit.
MotoGP Indonesia 2026 pun menjadi ujian penting bagi Honda. Dengan para rival yang terus menunjukkan peningkatan, pabrikan Jepang tersebut dituntut bergerak cepat agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan kelas premier.
